<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/3">
<title>Thesis</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/3</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90874"/>
<rdf:li rdf:resource="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90873"/>
<rdf:li rdf:resource="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90872"/>
<rdf:li rdf:resource="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90871"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-12T15:44:08Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90874">
<title>STUDI EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DI KABUPATEN NATUNA</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90874</link>
<description>STUDI EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DI KABUPATEN NATUNA
WAN DARMAIS, Susetiawan
Kabupaten Natuna, sering digambarkan sebagai Kabupaten yang kaya akan potensi sumberdaya alam terutama minyak dan gas bumi, dan hasil bumi lainnya. Potensi perikanan lautnya kurang lebih 1,92 juta ton (Dinas Kelautan Natuna, 2005). Namun kemiskinan di Kabupaten Natuna masih tinggi, sekitar 30% pada tahun 2007, sebagian mereka adalah keluarga nelayan di pesisir pantai. Pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melaui PNPM Mandiri Perdesaan atau biasa disebut PNPM Perdesaan dirumuskan kembali upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Hal ini menarik untuk diteliti. Penelitian ini mencoba mengelaborasikan evaluasi PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Natuna Tujuan penelitian ini adalah melihat dampak Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Natuna terhadap masyarakat nelayan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi, dan lebih bersifat evaluasi sumatif. menggunakan disain deskriptif kualitatif, dengan metode pengambilan data dilakukan dengan; wawancara, observasi dan dokumentasi. Pihak-pihak yang diwawancarai adalah fasilitator PNPM Perdesaan, koordinator pengelola PNPM Perdesaan, dan perwakilan dari keluarga nelayan. Hasil penelitian menunjukkan, Program PNPM Perdesaan di Kabupaten Natuna telah diusahakan untuk sedapat mungkin terlaksana sesuai prosedur ketentuan program, walaupun terdapat beberapa kendala bagi melaksanakannya. Dampak program, secara kualitatif tampak bagus dari sisi; keterlibatan dan partisipasi masyarakat dan kaum perempuan, dan persepsi mereka terhadap peningkatan taraf hidup mereka. Namun dampak terhadap kesejahteraan secara kuantitatif sulit ditentukan, mengingat PNPM Perdesaan hanyalah salah satu komponen pembangunan disamping program-program lain yang dilakukan pemerintah melalui departemen-departemen terkait. Disamping, PNPM Perdesaan tidak memiliki sistem data untuk mengukur dampaknya atas kesejahteraan pada level daerah, selain yang dilakukan oleh badan lain. Sementara persepsi juga menunjukkan, bagi masyarakat nelayan belum sepenuhnya terlihat, karena PNPM Perdesaan cenderung digunakan untuk membangun fasilitas umum. Efektifitas program PNPM Perdesaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: program telah dikomunikasikan dengan baik, program mendapat dukungan sumber-sumber kebijakan semestinya; fasilitas dan personil serta dana, pelaksana program memiliki sikap positif untuk mensukseskan program. Akhir kata, PNPM Perdesaan, kendati dirasa telah baik, masih perlu berbenah untuk periode berikutnya, misalnya mulai langsung mengarah pada bantuan yang menyentuh langsung teknologi penangkapan untuk nelayan tangkap dan teknologi penanganan hasil tangkap. Kata Kunci: Evaluasi Program, PNPM Mandiri Perdesaan atau PNPM Perdesaan, Masyarakat Miskin, Masyarakat Nelayan
</description>
<dc:date>2009-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90873">
<title>BIROKRAT DALAM PUSARAN POLITIK ( Studi tentang Pencalonan Birokrat Dalam Pemilukada di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2010</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90873</link>
<description>BIROKRAT DALAM PUSARAN POLITIK ( Studi tentang Pencalonan Birokrat Dalam Pemilukada di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2010
Rusmawaty Bte. Rusdin, S.Sos
Penelitian ini membahas mengenai fenomena maraknya birokrat ikut serta mencalonkan diri dalam pemilukada di kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010. Maraknya kandidat yang berasal dari birokrat yang masih aktif di lingkungan pemerintah Luwu Utara menimbulkan banyak kecemasan. Kandidat tersebut dicemaskan bisa menggunakan mesin birokrasi untuk memenangkan Pemilukada Luwu Utara. Tujuan dari penelitian ini Ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan birokrat mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala pada pemilukada di Kabupaten Luwu Utara tahun 2010. Adapun rumusan masalahnya adalah mengapa birokrat mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pemilukada di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010 ? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada 3 (tiga) kerangka teoritik yang dibangun yakni 1) motif politik birokrat dalam kandidasi, 2) birokrasi dan politik, 3) pemilukada dan struktur peluang birokrat . Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksploratif berupaya menemukan jawaban melalui teknik wawancara mendalam, pengamatan lapangan dan studi dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan birokrat mencalonkan diri pada pemilukada tahun 2010 di Luwu Utara diantaranya : pertama, ingin memperluas kekuasaan. Kedua, menjadi kepala daerah dan wakil kepada mudah mendapatkan menambah sumber daya ekonomi melalui penghasilan sumbernya yang sah seperti gaji pokok dan tunjangan serta penghasilan yang sifatnya tidak sah. Ketiga, pragmatisme politik yang terjadi pada pemilukada kehadiran birokrat untuk menjadi pemecah suara dan mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari jabatan yang didapatkan sekarang serta adanya petualang politik. Keempat, menaikkan prestise sosial. Selain motif birokrat mencalonkan diri pada pemilukada, birokrat mencalonkan diri karena adanya dukungan dan peluang birokrat pada pemilukada tahun 2010 di Luwu Utara. Pertama, adanya dukungan partai politik melalui dua cara yakni partai menggandeng/meminang birokrat menjadi pasangan pada pemilukada dan birokrat melakukan buying party. Kedua, adanya ruang yang diberikan regulasi memperbolehkan birokrat mencalonkan diri kepada birokrat senior mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Peraturan Kepala BKN Nomor 10 tahun 2005 serta birokrat hadir tidak hanya melalui jalur partai politik tetapi juga melalui jalur perseorangan. Ketiga, pengusaha menjadi fundraising selama pemilukada berlangsung dengan harapan mendapat kemudahan mendapatkan proyek dan mengurus izin. Keempat, adanya dukungan jajaran birokrasi membuat para birokrat mencalonkan diri pada pemilukada.
</description>
<dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90872">
<title>Strategi Pengakhiran Program Green Corridor Initiative oleh Chevron Geothermal Salak, Ltd sebagai Upaya Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat Koridor di Cipeteuy, Kebandungan, Sukabumi, Jawa Barat</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90872</link>
<description>Strategi Pengakhiran Program Green Corridor Initiative oleh Chevron Geothermal Salak, Ltd sebagai Upaya Keberlanjutan Pemberdayaan Masyarakat Koridor di Cipeteuy, Kebandungan, Sukabumi, Jawa Barat
Efrita Nur Permata Sari Setyawan, Krisdyatmiko
ABSTRACT The independence of CSR programs beneficiaries in managing positive impact of the program became one of the indicators of success of CSR program implementation. The positive impact is expected to be continued even if the company is no longer assist the community so that the purpose of community empowerment is achieved. It is not easy to achieve it, therefore it is necessary to make a systematic program planning to ensure the sustainability of the community empowerment using an appropriate strategy, one of them is the exit strategy. Thus, the formulation of problems in this research is a) How the awareness process of the corridor community who once the forest encroachment become forest restorer? b) How is the institutionalization done by CGS to consistently maintain the community of forest restoration behavior c)? How the exit strategy of Green Corridor Initiative done by CGS so that community empowerment keep sustain? This research is using descriptive-qualitative method. The location of the research in Cisarua sub-village, Cipeteuy village, Kabandungan sub-district, Sukabumi, West Java. Unit of analysis in this research is KSM Jarmaskor, Chevron Geothermal Salak, Ltd, Yayasan Kehati, and Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Data collection method is using observation, interview, and documentation. Data analysis is using Social Construction by Peter L. Berger and Thomas Luckman, Socia; Institution by Uphoff, and the Exit Strategy concept by B.L Rogers and K.E Macias. Data validity technique is using triangulation. Result of the research shows that the awareness of corridor community is happened before the implementation of GCI program in 2004 where the corridor community experienced a social construction three times (Berger &amp; Luckman). First moment was when the corridor community became a forest labour of Perum Perhutani. Second moment was when there was a regulation changing in forest management of Gunung Salak that made the corridor community spread to the forest. Third moment was when the corridor community restored the forest individually (not involving the government) in 2004. The corridor community built a social institution in forest restoration named KSM Jarmaskor (Uphoff). In 2012, Chevron Geothermal Salak, Ltd, held GCI program that contributed in strengthening the corridor community awareness in restoring the forest as well as increasing capacity and community income in productive economic activities through training and mentoring. The exit strategy of GCI program by Chevron Geothermal Salak, Ltd is done by KSM Jarmaskor. The GCI Program is redirected to KSM Jarmaskor which has given training and mentoring to manage the GCI program after there is no longer assist from CGS. So that the purposes of the CGI program can be achieved. Keywords: Exit Strategy, Social Construction, Corporate Social Responsibility
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90871">
<title>Kerjasama Investasi China dalam Bidang Energi di Sudan</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90871</link>
<description>Kerjasama Investasi China dalam Bidang Energi di Sudan
Tanti Nurgiyanti, Nur Rachmat Yuliantoro
Intisari Investasi muncul pbbmtmSmipmneueiesdreeeevirmdhknrrmeakauuoasnbaenptdpplnagmao.eaaa n asgTnbpkkmgiig ieaaa sudnkannnn njadraueg salruanrm aheenukhg mlasi nlaaiinail n nitk kvbhnue oeydei kkgdb asiyei a ianetmntarranrugvjnaSselag ea guins rsn bhedadj hatagsneumaaisaer srebnsiSribuakoirnu.uu a nenggnCsdgmygia K giaaidaadlnnab.ineinn i atvnap r.g Se S eien eKd ntruskgnribaovtddmoa.tan ineiailtmstnsHaa deneiStt gg.eia Car eustCianlisieir d mnn idiarndy ia aCadlnaaaan sii ikn len r im(ad engkiaibpm nta oaee eoidtpkdtgnn repainaaaaiao rustSetr knsmem luagtiiaedmnab deiemri tsarjapb leedtiatknue rd lkasaa.urha pnurunksm nea akk eklC idtaeaamnuuiannntnvpn b i neoaokcemkas enliekon itge)ubrtoang iajlnanska.atr gkieto sla uuisIesam nktedpmimj aus ciuep,steaga mraeaidn art e rbiuae dapsnbi nlmolnpmaleeieorttenrrbgaaoamkgpguasrsnitgeai h r igfdenfatn ap dineg ernkonagaegC jllddkguraiaaituanaaalgrmiihnnnnkaaas Kata Kunci: Strategi, Investasi, Cina, Sudan, Instabilitas politik, Interstate Relations.
</description>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
