Show simple item record

dc.contributor.authorMuhammad Irfan Prasetyo
dc.contributor.authorAhmad Romdhoni
dc.contributor.authorAnggun Permatasari
dc.contributor.authorSiti Aisyah
dc.contributor.authorIcha Nurrohmah
dc.contributor.authorMeidina Nur Aisyah
dc.contributor.authorDevra Dwi Cahaya
dc.contributor.authorNaerul Edwin Kiky Aprianto
dc.date.accessioned2025-12-13T14:09:57Z
dc.date.accessioned2026-05-19T20:48:55Z
dc.date.available2026-05-19T20:48:55Z
dc.date.issued2025-12-13T14:09:57Z
dc.identifier.urihttps://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/sjp/article/view/12384
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/41221
dc.description.abstractDesa Carul memiliki potensi lokal yang besar berupa tanaman lokal seperti daun jati, daun pepaya, dan daun singkong, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian lokal. Minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan tanaman tersebut menjadi faktor penghambat utama dalam menciptakan produk bernilai ekonomis tinggi. Sebagai solusi terhadap permasalahan ini, dilaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ecoprint dengan dua teknik utama, yaitu teknik pounding pada media kain totebag dan teknik kukus pada media gelas mug. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang meliputi tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny, serta didukung metode demonstrasi, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Sebanyak 32 peserta dari kalangan PKK dan Karang Taruna Desa Carul terlibat aktif dalam pelatihan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan pembuatan ecoprint, khususnya dalam menguasai teknik pounding dan kukus. Sebelumnya peserta belum mengenal konsep ecoprint, namun pasca-pelatihan, mereka mampu menghasilkan produk ecoprint yang kreatif, estetis, dan bernilai ekonomi. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini adalah ketersediaan bahan baku alami yang melimpah dan antusiasme tinggi peserta pelatihan. Adapun faktor penghambat utamanya adalah kondisi musim kemarau yang menyebabkan sulitnya memperoleh bahan baku dedaunan muda. Oleh karena itu, disarankan agar pelatihan lanjutan dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pemanfaatan optimal sumber daya lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis ecoprint.
dc.publisherLembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri
dc.subject.lccSocial Sciences
dc.titleMembangun Ekonomi Hijau Berbasis Ecoprint: Studi Pemberdayaan Masyarakat di Desa Carul, Bumijawa, Tegal
dc.typeArticle
dc.title.journalSolidaritas: Jurnal Pengabdian
dc.identifier.oaioai:doaj.org/journal:480b9be3e63b4910ae1060b76eca1e05


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record