Show simple item record

dc.contributor.authorMUHAMMAD, Fadel
dc.contributor.editor-
dc.date.accessioned2025-11-20T06:39:19Z
dc.date.available2025-11-20T06:39:19Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.isbn-
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/36417
dc.identifier.uri
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42062
dc.description.abstractNew Public Administration (NPM) sebagai salah satu bentuk reformasi Administrasi Publik yang telah diterapkan di beberapa negara maju seperti di Inggris, New Zealand, Australia , Kanada dan Amerika Serikat, telah berhasil meningkatkan kinerja pemerintah negara-negara itu. Di negara sedang berkembang seperti Indonesia , aplikasi NPM atau manajemen kewirausahaan (MK) masih terbatas. Propinsi Gorontalo, sebagai lokasi penelitian ini, te lah mulai menerapkan NPM sejak tahun 2002. Propinsi tersebut sejak tahun yang sama juga mengalami peningkatan Human Development Index (HDI) yang menunjukkan adanya perbaikan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hal ini mendorong peneliti untuk mengajukan pertanyaan penelitian: apakah manajemen kewirausahaan yang diaplikasikan di propinsi tersebut telah meningkatkan kinerja pemerintah daerah, dan apakah yang mendorong atau menghambat manajemen kewirausahaan tersebut dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Dari review literatur, kinerja secara teoritis dipengaruhi oleh kapasitas manajemen, budaya organisasi, dan lingkungan, sementara kapasitas manajemen itu sendiri dipengaruhi oleh budaya organisasi dan lingkungan. Dengan dituntun oleh hipothesis penelitian yang dibangun dari review literatur, penelitian ini menggunakan kapasitas manajemen kewirausahaan, budaya organisasi, lingkungan makro dan lingkungan lokal dalam bentuk faktor endowment daerah sebagai variabel independen. Sampel penelitian diambil dari 117 kegiatan dan program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi secara purposif yaitu di atas 100 juta rupiah, dengan mempertimba ngkan kelengkapan dan ketersediaan datanya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dilengkapi dengan penggunaan angket dan wawancara mendalam. Teknik analisis multiple regression digunakan untuk menguji hipothesis penelitian. Hasil analisis statistik regressi berganda menunjukkan bahwa peran kapasitas manajemen kewirausahaan sangat dominan dalam menentukan kinerja pemerintah daerah, diikuti oleh budaya organisasi. Sementara itu kapasitas manajemen dipengaruhi oleh faktor endowment daerah dan budaya organisasi. Dengan mengklasifikasikan variabel kinerja pemerintah daerah ke dalam prestasi aksi dan prestasi hasil, ternyata kapasitas manajemen kewirausahaan hanya berperan signifikan terhadap prestasi aksi dan tidak berperan langsung terhadap prestasi hasil, sementara yang berperan signifikan terhadap prestasi hasil adalah faktor endowment daerah, yang sebelumnya tidak berpengaruh kepada kinerja. Temuan seperti ini membawa implikasi akademik bahwa penelitian tentang kinerja sebaiknya mengklasifikasikan kinerja ke dalam prestasi aksi dan prestasi hasil, karena akan lebih terungkap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja . Temuan ini juga memberikan implikasi kebijakan bahwa untuk meningkatkan prestasi aksi di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, diperlukan pembenahan sistem manajemen dan kemampuan manajer publik, sementara untuk meningkatkan prestasi hasil dibutuhkan dukungan lingkungan lokal atau endowment daerah.id
dc.language.iso-
dc.publisher-
dc.titleSignifikansi peran kapasitas manajemen kewirausahaan terhadap kinerja pemerintah daerah :: Studi kasus Propinsi Gorontalo
dc.typeThesis
dc.description.pages-
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/36417
dc.title.book-
dc.link.scopus-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record