Show simple item record

dc.contributor.authorMOHAMMAD SYAWALUDIN
dc.contributor.editor-
dc.date.accessioned2025-11-20T06:41:09Z
dc.date.available2025-11-20T06:41:09Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.isbn-
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/90165
dc.identifier.uri
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42095
dc.description.abstractPenelitian ini bermula dari pertanyaan penelitian yang hendak dijawab yakni mengapa strategi dan taktik perlawanan itu mengalami perubahan dalam menghadapi PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan kedua dari penelitian ini yakni capaian dari perubahan strategi dan taktik perlawanan petani Rengas yang terjadi. Hasil jawaban dari kedua pertanyaan ini penting untuk mengetahui lebih dalam pewujudan repertoar dengan perlawanan (repertoire of contention) yang dilakukan petani Rengas terhadap PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis dalam rentang waktu 1981-2010 Dengan pendekatan studi kasus, peneliti lebih menekankan rasionalisme dan realitas sosial, politik, budaya yang ada. Selain itu pemilihan metode studi kasus tunggal adalah strategi penelitian yang akan membantu peneliti menyelidiki secara cermat peristiwa, aktivitas, proses atau sekelompok individu. Sementara analisis data dilakukan secara interpretatif, sebab analisis interpretasi ini mencoba mengetengahkan dimensi-dimensi yang terabaikan ke dalam analisis sosiologi yakni analisis aspek-aspek sosial, budaya, material dengan memahami makna sesuai situasi historis atau sosial yang melihat social cultur world (lingkungan sosial kultur) sebagai suatu fenomena yang dibentuk oleh manusia. Peneliti juga menggunakan pendekatan sejarah perjuangan untuk menjelaskan berbagai rangkaian peristiwa di setiap tahun, tempat dan bentuk perlawanan. Fokus kajian penelitian ini adalah repertoar dengan perlawanan (repertoire of contention) yang diikuti dengan perubahan strategi dan taktik perlawanan serta berdampak terhadap capaian perjuangan yang terjadi di masa Orde Baru dan Reformasi. Hasil temuan dan pembahasan terkait dengan kondisi-kondisi yang menjadi penyebab petani Rengas melakukan perlawanan dengan strategi dan taktik terhadap PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis adalah adanya pengambilan secara paksa lahan petani oleh Negara untuk area perkebunan tebu PTN VII di tahun 1980. Selain itu tidak tercapainnya realisasi berbagai janji-janji PTPN VII terhadap petani Rengas seperti ganti-rugi, intiplasma dan memperkejakan warga lokal. Perubahan strategi dan taktik perlawanan petani Rengas di masa Orde Baru tahun 1981-1997, berjalan lambat dan memakan waktu lama, hampir tidak ada bentuk repertoar dengan perlawanan yang terjadi. Kondisi ini terjadi akibat tekanan dan kontrol yang kuat dari pemerintah Orde Baru saat itu. Hal lain adalah sumberdaya yang dimiliki petani Rengas masih terbatas. Sementara perubahan strategi dan taktik perlawanan yang terjadi pada masa Reformasi tahun 1998-2010, berjalan dinamis, cepat dan dipengaruhi oleh keadaan Indonesia yang mengalami perubahan sistem politik kekuasaan dari sistem politik otoriter dan represif ke sistem politik terbuka dan demokrasi. Ini berarti pemerintah dalam menangani persoalan-persoalan rakyat lebih mendahulukan sikap persuasif, terbuka, dan kebijakan. Keadaan ini berdampak luas bagi perubahan strategi dan taktik perlawanan petani Rengas. Kenyataan menunjukan bahwa perubahan politik yang terjadi merubah strategi dan taktik perlawanan lebih meluas dan massif, bahkan perubahan berjalan cepat dan memiliki daya tekan terhadap PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis. Berbagai temuan penelitian ini memberikan implikasi terhadap teori repertoire Tilly diantaranya adalah :Teori Tilly tidak cukup memadai untuk menganalisis pengaruh sistem politik kekuasaan yang bisa merubah repertoar, aktor, strategi, taktik, capaian dan hasil. Tilly tidak sama sekali meletakan kekuasaan politik sebagai suatu instrumen yang menyebabkan suatu perlawanan repertoar mengalami kegagalan dan keberhasilan mencapai tujuannya. Selain itu, teori Tilly tidak memadai untuk menganalisis perubahan sosial yang terjadi akibat dari perlawanan dengan repertoar. Kenyataan perlawanan petani Rengas membawa penemuan baru bahwa repertoar dengan perlawanan ternyata bisa mencapai tujuan perjuangan yang bersifat khusus seperti reklaiming dan redistribusi. Kondisi ini berdampak terhadap perubahan sosial kehidupan petani. Tilly dengan konsep repertoarnya hanya menggambarkan capaian dan tujuan umum dari suatu perlawanan. Tilly tidak menganalisis lebih jauh capaian perjuangan tersebut bahkan perubahan sosial yang dihasilkan. Capaian dari tujuan perjuangan akan sangat menentukan posisi dari repertoar itu sendiri. Artinya bahwa bila capaian dari tujuan yang diperjuangan belum berhasil atau belum mencapai tujuan maksimalnya, maka repertoar dengan perlawanan akan terus berlanjut dan berlangsung di masa-masa selanjutnya. Namun bila capaian dari tujuan perjuangan sudah berhasil sesuai tujuannya, maka dengan sendirinya repertoar dengan perlawanan akan berhenti.id
dc.language.iso-
dc.publisher-
dc.titleREPERTOAR PERLAWANAN PETANI ATAS TANAH PTPN VII UNIT USAHA CINTA MANIS DI DESA RENGAS KECAMATAN PAYARAMAN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
dc.typeThesis
dc.description.pages-
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/90165
dc.title.book-
dc.link.scopus-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record