Show simple item record

dc.contributor.authorSUTORO EKO YUNANTO, SIP.
dc.contributor.editor-
dc.date.accessioned2025-11-20T06:41:16Z
dc.date.available2025-11-20T06:41:16Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.isbn-
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/90377
dc.identifier.uri
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42097
dc.description.abstractABSTRAKSI Reformasi Jembrana bukan sebuah perubahan institusi normal-linear. Penulis merekonstruksi contentious reform (CR) sebagai teori himpunan atas contentious politics dan teori strukturasi. CR adalah teori menyimpang dari teori reformasi. Audacious reform (AR) merupakan bentuk reformasi ekstrem, namun CR jauh lebih ekstrem. CR laksana drama tentang kejayaan kekuasaan-reformasi secara temporer serta kegagalan ganda di babak akhir, dengan karakteristik sebagai berikut: (a) CR merupakan bentuk pertarungan politik yang diwarnai dengan pertarungan reformasi dan kekuasaan; (b) Penguasa menggunakan kekuasaan untuk reformasi, sekaligus menggunakan reformasi untuk merebut membangun kekuasaan; (c) Proses CR tidak berlangsung secara linear mengikuti alur reformasi untuk meraih kesuksesan, tetapi berjalan secara episodik, dramatis, penuh dengan pertarungan kekuasaa, sarat dengan kejutan-kejutan, serta tidak dapat dipastikan hasilnya; (d) Pertarungan menghadirkan empat tipe aktor: aktor konformis yang mendukung kekuasaan dan sekaligus mendukung reformsi; aktor konservatif yang mendukung kekuasaan tetapi menolak reformasi; aktor radikal yang menolak kekuasaan tetapi mendukung reformasi; aktor reaksioner yang menolak kekuasaan dan menolak reformasi; (e) Reformasi melalui pertarungan ganda mampu menghasilkan perubahan dalam tempo pendek, tetapi sangat rentan; (f) Reformasi mengalami pembalikan arah ketika terjadi dominasi kekuasaan dan korupsi; (g) Penguasa menjadi sasaran baru reformasi yang digerakkan oleh aktor-aktor radikal dan reaksioner dari masyarakat. CR bersifat kontekstual. Konteks yang beragam dan dinamis membentuk pilihan aktor dan dinamika pertarungan antaraktor dalam ranah reformasi dan kekuasaan: (a) Di balik stuktur dan institusi yang membatasi, aktor politik mampu menemukan dan memanfaatkan struktur kesempatan yang membuka jalan untuk melancarkan reformasi dan meraih kekuasaan; (b) CR lahir dari tipe pemimpin yang berwatak reformis-otokratis; (c) reformasi bisa muncul dalam konteks politik yang konfliktual dan divergen, atau dalam situsi contentious politics; CR bisa hadir dari pemimpin (penguasa) yang lemah secara politik; (d) dominasi kekuasaan buah reformasi akan diikuti korupsi (elite capture) ketika oposisi (aktor radikal dan reaksioner) melemah; (e) Krisis rezim, yang dipicu oleh korupsi, menjadi konteks yang membuka kesempatan dan legitimasi bagi aktor-aktor masyarakat melakukan gerakan reformasi melawan penguasa; (f) Dalam konteks reformasi yang telah mengalami krisis dan delegitimasi, penguasa (reformis-dominan-korup) tidak mungkin mampu menambalnya dengan inisiatif baru reformasi. Reformasi akan berbalik arah, yakni penguasa menjadi musuh bersama dan sasaran tembak reformasi yang digerakkan oleh masyarakat.id
dc.language.iso-
dc.publisher-
dc.titleKejayaan dan Keruntuhan Bupati I Gede Winasa di Jembrana
dc.typeThesis
dc.description.pages-
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/90377
dc.title.book-
dc.link.scopus-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record