| dc.description.abstract | Riset voting behavior dengan menggunakan pendekatan konvensional yang menekankan pada sisi hasil berupa pilihan partai, kandidat,atau program tidak dapat menjawab bagaimana proses menuju pilihan tersebut. Studi ini menawarkan riset tentang voting behavior dari sisi proses, sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ditemukannya variasi, tahapan, pengolahan informasi, dan perspektif dalam proses pengambilan keputusan memilih. Dengan mengambil gagasan dari teori proses pengambilan keputusan memilih dari Lau and Redlawsk, penelitian ini ingin melihat proses yang dialami pemilih ketika memutuskan untuk memilih kandidat Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Bandung tahun 2010. Teori tersebut dijadikan pintu masuk untuk memahami proses yang dilalui responden dalam menentukan pilihan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang disebut verbal protocol yaitu responden sebagai decision maker diasumsikan dapat melaporkan apa yang diingatnya ketika membuat keputusan. Responden dipilih secara accidental. Jawaban responden direduksi dengan cara memilih jawaban yang dapat menggambarkan proses pengambilan keputusan, setelah direduksi akan diklasifikasi sekaligus dibuat variasi, tahapan, pengolahan informasi da perspektif dalam proses pengambilan keputusan. Dari kasus pemilihan bupat/wakil bupati menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan memilih yang dialami oleh responden tidaklah tunggal, sehingga peneliti membaginya kedalam proses pengambilan keputusan memilih tertutup, terbuka dan semi terbuka. Pembeda dari semua kategori tersebut adalah cara menyerap informasi dan jenis informasi yang digunakan sebagai pertimbangan untuk menuju suatu pilihan. Namun dari semua proses tersebut, semua responden memerlukan informasi, tergantung pada jenis infromasi yang digunakan dan kedalaman informasi yang terdapat dalam pengolahan informasi. Berbeda dengan teori Lau dan Redlawsk yang menghasilkan proses keputusan memilih dari segi cepat atau lambatnya pemilih menuju suatu pilihan, maka studi ini menghasilkan variasi proses pengambilan keputusan. Penelitian ini juga telah melengkapi studi yang dilakukan Lau dan Redlwask, yaitu terlihatnya pemilih dalam memerlukan dan menggunakan informasi. Temuan lainnya adalah pergeseran dalam menentukan kategori pemilih yang biasanya dilakukan survey, survey biasanya membagi kategori pemilih kedalam rasional dan partisan/loyalis. Rasional adalah pemilih yang melakukan pilihan berubah-rubah sesuai dengan kalkulasinya sedangkan partisan/loyalis pemilih yang pilihannya stabil. Dalam penelitian ini partisan/loyalis terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu pemilih yang melakukan proses tertutup dan semi terbuka. Disertasi ini juga telah memberikan pendekatan yang realistis, yaitu bahwa mayoritas responden mengambil keputusan secara heuristik. Pengambilan keputusan yang mudah karena tanpa melakukan pertimbangan yang kompleks. | id |