| dc.description.abstract | Islamisme dianggap sebagai sebuah gerakan ideologis yang menjadikan Islam sebagai ideologi absolut yang harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan. Ideologi utama yang mendasarinya adalah Islam kaffah (syumuliyyah). Syumuliyyah Islam mencakup semua dimensi kehidupan manusia dan untuk mewujudkan hal itu akan terkait erat dengan pemahaman tentang konsep ummah dan dawlah. Namun demikian, dalam aplikasi praktisnya setiap islamisme memiliki konsep yang berbeda dalam menerapkan konsep ummah dan dawlah. Gerakan islamis yang saat ini sangat konsisten dan mempunyai pengaruh yang kuat adalah Jamaah Tarbiyah dan HTI. Kedua gerakan tersebut memiliki basis gerakan yang kuat di perguruan tinggi umum, termasuk dalam hal ini UNS. Berdasarkan latar belakang tersebut, pertanyaan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konsep syumuliyyah Islam atau Islam kaffah dalam pandangan Jamaah Tarbiyah dan HTI? (2) Berangkat dari konsep syumuliyyah Islam, bagaimana konsep dawlah dan ummah dalam pandangan Jamaah Tarbiyah dan HTI? Dan (3) Bagaimanakah Jamaah Tarbiyah dan HTI di UNS melakukan gerakan dakwah dan memproduksi kader gerakan sehingga bisa menjadi basis produksi gerakan Islam? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikombinasikan dengan wawancara mendalam, observasi di UNS dan juga kajian bibliografis. Data utama diambil dari wawancara dengan beberapa informan khususnya mereka yang mempunyai keanggotaan dengan gerakan Jamaah Tarbiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Solo. Data sekunder didukung oleh berbagai koleksi dokumen dan sumber literatur lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ideologi yang dikembangkan oleh Jamaah Tarbiyah dan HTI pada dasarnya adalah berangkat dari ideologi yang sama, yaitu terkait dengan syumuliyyah Islam (kesempurnaan Islam). Syumuliyyah Islam ini berarti meniscayakan umat Islam untuk menerapkan Islam dalam semua aspek kehidupan. Agar bisa menerapkan Islam kaffah tidak bisa dilepaskan dari konsep ummah dan dawlah. Meskipun berangkat dari syumuliyyah Islam, Jamaah Tarbiyah dan HTI memiliki penerapan konsep ummah dan dawlah yang berbeda. Menurut Jamaah Tarbiyah, untuk bisa menerapkan Islam kaffah tidak harus mengganti sistem yang sudah ada di Indonesia menjadi negara Islam. Hal ini dilakukan dengan cara mengislamkan Indonesia melalui pembinaan umat baik secara kultural maupun struktural. Sedangkan HTI berpandangan bahwa untuk menerapkan Islam kaffah tersebut harus mengubah sistem yang ada di Indonesia terlebih dahulu dengan khilafah Islamiyah. Kedua gerakan islamis tersebut memiliki basis yang kuat di perguruan tinggi umum, termasuk di UNS. Di UNS, kedua gerakan tersebut memanfaatkan semua sumber daya yang meliputi sumber daya moral, kultural, organisasi, manusia/aktivis, dan materi dengan menggunakan mekanisme akses yang meliputi agregasi, produksi mandiri, kooptasi/apropriasi, dan patronase, sebagaimana yang ada dalam teori mobilisasi sumber daya. Dari sumber daya pada diri kedua gerakan tersebut yang paling dominan adalah sumber daya manusia/aktivis dengn menggunakan mekanisme akses produksi mandiri maupun kooptasi/apropriasi. Dengan demikian, hal paling vital dari penelitian ini adalah bahwa Jamaah Tarbiyah bisa dikategorikan sebagai gerakan post-islamis yang berupaya mereformasi sistem yang ada, sedangkan HTI bisa dikategorisasikan sebagai gerakan islamis yang akan mengubah secara revolusioner sistem yang ada di Indonesia. | id |