Show simple item record

dc.contributor.authorDESSY MARDHIAH, S.SOS.
dc.contributor.editor-
dc.date.accessioned2025-11-20T06:42:07Z
dc.date.available2025-11-20T06:42:07Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.isbn-
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/93529
dc.identifier.uri
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/42113
dc.description.abstractIsu poligami seringkali mendapat perhatian penuh dari berbagai media massa termasuk khususnya majalah Islam yang melihat poligami dari sudut pandang berbeda. Penelitian ini mengekplorasi bagaimana majalah Islam yang populer pada satu dasawarsa reformasi yakni majah Syirah, majalah Sabili dan majalah NooR merepresentasikan isu poligami. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk 1) memahami pengkonstruksian dan penafsiran wacana poligami oleh majalah Islam; 2) memahami perempuan dalam wacana poligami pada majalah Islam; 3) penelitian ini juga bertujuan untuk memahami identitas perempuan yang direpresentasikan majalah Islam pada isu poligami. Penelitian ini menggunakan majalah Sabili, Syirah, dan Majalah NooR dari bulan Januari 2006 hingga Januari 2007 sebagai bahan kajian penelitian. Dikarenakan saat itu masyarakat sudah sampai sangat jenuh terhadap praktik poligami yang dilakukan pejabat, ulama dan selebriti sebagaimana diberitakan media massa. Selain itu, pertarungan wacana antara kelompok pro dan kontra poligami di berbagai media massa meletupkan kemarahan serentak perempuan terhadap poligami Aa Gym sebagai penceramah terkenal saat itu. Majalah Syirah, Sabili dan Noor mewakili kategori ideologi media dan segmentasi pembaca yang berbeda-beda. Penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough sebagai metode analisis. Temuan dari penelitian adalah konstruksi wacana poligami dibangun atas dasar kebenaran masing-masing majalah Islam melalui pemilihan tokoh tertentu sebagai narasumber, penggunaan bahasa dan rujukan-rujukan terpilih. Majalah Islam tidak menunjukkan pembelaan terhadap perempuan melainkan menjadikan perempuan sebagai subyek yang dikontrol media. Sebagaiman majalah Syirah yang cendrung tidak memberikan ruang negosiasi antara perempuan dan laki-laki terhadap poligami tetapi lebih mengeksploitasi derita perempuan yang dipoligami. Majalah Sabili membuka ruang untuk dialog antara laki-laki dan perempuan dalam poligami namun Sabili menggiring dialog tersebut sebagai daya tarik untuk memenangkan kelompok pro-poligami. Majalah NooR hanya menampilkan wacana poligai sebagai sub wacana saja dan tidak memiliki keberpihakan untuk membela perempuan yang dipoligami. Identitas perempuan yang ditampilkan majalah Islam bukanlah identitas tunggal tetapi masing-masing majalah mentranformasikan identitas perempuan dari realitas yang ditampilkan menjadi realitas yang diingin media. Dengan demikian, masing-masing majalah Islam menghadirkan perempuan dalam wacana poligami sebagai subyek yang tertindas, yang dikonstruksi oleh kehadiran tokoh sebagai narasumber media, intervensi media dan akibat dominasi maskulinitas dan budaya patriarki yang tidak disadari melekat dalam ideologi para jurnalis di majalah Islam.id
dc.language.iso-
dc.publisher-
dc.titleREPRESENTASI POLIGAMI DALAM MEDIA CETAK ISLAM (ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP MAJALAH SABILI, SYIRAH DAN NOOR)
dc.typeThesis
dc.description.pages-
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/93529
dc.title.book-
dc.link.scopus-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record