| dc.description.abstract | Fokus perhatian penelitian ini adalah pada wacana iklan politik di pemilu 1999 yang dimuat di Surat Kabar Harian Kompas. Karena sifatnya yang epidemik, iklan politik dapat memanipulasi kesadaran dan menghilangkan daya kritis masyarakat terhadap wacana yang disampaikan dan mengukuhkan iklan sebagai media pengendali kesadaran publik yang hegemonistik. PDI Perjuangan dan Partai Golkar merupakan dua partai politik yang paling banyak dan paling gencar dalam mempresentasikan iklan politiknya melalui berbagai media. Oleh karenanya, pada penelitian ini fokus bahasannya adalah pada iklan-iklan politik PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Pemilu 1999 diambil karena menjadi momentum awal keterlibatan iklan politik dalam proses demokrasi politik di Indonesia. Sedangkan Surat Kabar Harian Kompas diambil karena merupakan surat kabar yang memiliki reputasi dengan cakupan distribusi nasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode kompilasi antara struktur kreatif iklan, struktur umum iklan cetak Halliday dan Hassan, dan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Level analisis mencakup pada level struktur kreatif, struktur visual dan struktur verbal yang pada struktur verbal terdiri atas tiga level analisis yakni struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan wacana pada iklan-iklan politik PDI Perjuangan menekankan pada wacana Perjuangan. Sebuah kosa kata yang merefleksikan perjalanan PDI Perjuangan itu sendiri sekaligus juga kepercayaan sosial dan ideologi yang ingin disebarkan atau dibagi bersama dan ditanamkan kepada khalayak. Sementara integralitas makna wacana pada iklan-iklan politik Partai Golkar lebih menekankan pada wacana Bersatu. Wacana ini juga merupakan cerminan dari situasi internal Partai Golkar dan juga situasi yang terjadi di masyarakat pada masa awal reformasi. Wacana Bersatu. juga merupakan kepercayaan sosial dan idiologi yang diyakini harus menjadi kepercayaan bersama secara sosial dan oleh karenanya perlu dibagi bersama dan ditanamkan juga kepada masyarakat menjadi nilai-nilai bersama. Secara fisik wacana dalam iklan politik PDI Perjuangan dan Partai Golkar dipresentasikan dengan ukuran iklan yang besar dan frekuensi pengiklanan yang relatif sering sehingga nampak dominan dan terjaga kehadirannya. Selain itu juga ditampilkan dengan iklan yang beragam namun merujuk pada ide, tema dan wacana yang sama. Secara struktur, wacananya disampaikan melalui tiga tingkatan struktur membentuk wacana yang padu antara struktur kreatif, struktur visual, dan struktur verbal. Secara strategi iklan-iklan politik PDI Perjuangan dan Partai Golkar menyampaikannya melalui wacana taktis sebagai pengantar atau penarik perhatian, wacana ideal sebagai wacana pemersuasi, dan wacana strategis sebagai pencapaian tujuan. Ideologi yang direpresentasikan merupakan representasi dari nilai-nilai yang inheren dengan keberadaan PDI Perjuangan dan Partai Golkar itu sendiri terkait dengan situasi sosial dan politik yang dihadapinya mulai sejarah kelahirannya hingga situasi yang meliputinya di masa awal reformasi. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa iklan-iklan politik PDI Perjuangan dan Partai Golkar merupakan refleksi dari situasi sosial dan politik yang terjadi pada masa itu, sekaligus juga merupakan respon dan jalan keluar terhadap situasi yang ada. | id |