| dc.description.abstract | Kerjasama internasional di Indonesia sebagai respon perguruan tinggi terhadap globalisasi telah melahirkan berbagai program internasionalisasi. Desain penelitian ini adalah multi kasus terjalin (embadded multi case study) yang dilakukan menggunakan metode kualitatif yang diperkaya dengan kuantifikasi atas data kualitatif untuk menjawab permasalahan utama penelitian mengapa terjadi variasi respon dalam pelaksanaan internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Lokasi penelitian adalah PTN dan PTS di Indonesia yang telah melaksanakan internasionalisasi, masing-masing secara purposive diwakili oleh fakultas dan universitas itu sendiri. Hasil pemetaan Variasi Program Internasionalisasi adalah: 1) Akreditasi Internasional; 2) Penelitian, 3) Pendidikan, dan 4)Pengabdian. Menggunakan teori eklektik Dunning (1991) Ownership-specific advantages (O), Location specifik advantages (L),Internalization advantages (I)untuk mengidentifikasi faktor keberhasilan internasionalisasi ditemukan perguruan tinggi pada tingkat variasi Tinggi didorong oleh Ownership-specific advantages (O), Location specifik advantages (L) secara bersama-sama, perguruan tinggi yang mempunyai tingkat variasi Sedang, tidak didukung seluruh indikator Ownership-specific advantages (O) dan Location specifik advantages (L), sedangkan perguruan tinggi yang mempunyai tingkat variasi Rendah, Location specifik advantages (L) dominan menjadi faktor pendorong. Pilihan strategi internasionalisasi lebih dipengaruhi oleh kemampuan anggaran dan regulasi pemerintah yang menekankan aliansi strategis. Komodifikasi internasionalisasi pendidikan tinggi terjadi di Indonesia namun dalam rangka meningkatkan kualitas dan memperoleh pengakuan mutu internasional terhadap pengajaran dan penelitian sebagai bagian dari proses menyiapkan mahasiswa memasuki pasar global berlandaskan pemahaman multikulturalisme. Komodifikasi terjadi karena keterbatasan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan anggaran pendidikan tinggi. | id |