| dc.description.abstract | Studi ini mengkaji nasionalisme yang terus berwacana dan berkembang dalam perjalanan sejarah politik Aceh kontemporer. Aceh selama menjadi bagian dari Republik Indonesia mengalami degradasi politik yang membiaskan nasionalisme Indonesia dalam benak orang Aceh. Rekontruksi identitas Aceh kemudian bertransformasi menjadi nasionalisme baru yang berbasis etnis. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari studi ini adalah untuk melihat rekontruksi identitas Aceh yang berintegrasi dengan identitas Indonesia secara menyeluruh dalam pembentukan kerangka Nasionalisme. Hal ini terkait dengan dinamika identitas Aceh terkait negosiasi antara etnis nasionalisme dengan civic nasionalisme. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, digunakan kerangka teori identitas dan nasionalisme. Identitas merupakan simbol untuk mengidentifikasi sebuah komunitas. Identitas kemudian membatasi komunitas dengan konsep self dan others. Eksistensi komunitas tersebut harus dimulai dengan mempertahankan identitasnya dengan cara merekontruksi perbedaan antar komunitas. Kemudian nasionalisme terbangun berdasarkan kesadaran kolektif yang muncul dari sejumlah komunitas untuk bersatu. Lalu bagaimana sebuah komunitas memposisikan dirinya antara civic nasionalisme dan ethnic nasionalisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan aktor yang berupaya mengungkapkan sebuah fenomena melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Identitas Aceh mencoba untuk berintegrasi dengan identitas nasional untuk membentuk Nasionalisme. Identitas tersebut menjadi dasar orang Aceh untuk mempertahankan diri sendiri dari setiap ancaman, bahkan dari Negara sekalipun. Nasionalisme di Aceh memudar ketika Negara gagal hadir dalam proses pembentukan civic nasionalisme di Aceh sejak Orde Lama, Orde Baru sampai masa Reformasi. Sehingga hegemoni ethnic nasionalisme semakin menguat di Aceh dan merusak konstruksi civic nasionalisme. Perlawanan para nasionalis yang kecewa terhadap Indonesia kemudian meluas sehingga merusak tatanan nasionalisme yang telah terbangun sebelumnya dengan kuat, dan akhirnya menjadi ancaman terhadap nasionalisme Indonesia sendiri. Kemerdekaan Aceh, sebagai a new social imaginary, semakin mengkristal dan menghegemoni wacana politik di Aceh sebagai hasil tafsiran dari ethnic nasionalisme. Pada akhirnya wacana hegemonik ethnic nasionalisme ini sekaligus menandai bubarnya wacana civic nasionalisme Indonesia dalam benak orang Aceh. Kata Kunci : Identitas, Ethnic Nasionalisme, Civic Nasionalisme | |