Show simple item record

dc.contributor.authorFeri Kristianawati, Suharko
dc.contributor.editor-
dc.date.accessioned2025-11-25T05:41:59Z
dc.date.available2025-11-25T05:41:59Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.isbn-
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118657
dc.identifier.uri
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/47845
dc.description.abstractPengasuhan anak yang ideal dalam keluarga dilakukan oleh kedua orang tua. Pengasuhan pada dasarnya adalah coparenting, yaitu tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Namun, kondisi tersebut tidak dapat selalu dipertahankan karena kebutuhan keluarga itu variatif. Hal ini seperti pada warga Desa Karangrowo, Undaan, Kudus yang bekerja menjadi TKI ke luar negeri. Dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, mereka yang berkeluarga dan memiliki anak harus meninggalkan kewajibannya dalam mengasuh anak. Kondisi tersebut menjadikan anak hanya mendapatkan pengasuhan dari salah satu orang tua (ayah/ibu saja) atau pihak lain (orang tua pengganti). Dari latar belakang tersebut diperoleh rumusan masalah 1) Bagaimanakah kondisi sosial ekonomi keluarga TKI di Desa Karangrowo? 2) Bagaimanakah pola pengasuhan anak pada keluarga TKI di Desa Karangrowo? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data lapangan diperoleh dengan teknik wawancara dan pengamatan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu analisis yang memberikan deskripsi mendalam dan kesimpulan yang sesuai dengan topik dan tujuan dari penelitian. Adapun tahapan analisis data adalah tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap analisis data. Hasil penelitian mengenai pola pengasuhan anak pada keluarga TKI di Desa Karangrowo adalah bahwa dalam mengasuh anak orang tua tunggal-ayah menerapkan pola pengasuhan permissive neglectful (mengabaikan). Orang tua tunggal-ayah dengan sengaja kurang peduli, perhatian, acuh dan lebih memprioritaskan kepentingan sendiri di atas kepentingan anak. Hal ini menjadikan anak terabaikan baik fisik, afeksi, maupun sosialnya. Orang tua tunggal-ibu menerapkan pola pengasuhan authoritarian (keras pada anak). Orang tua tunggal-ibu menerapkan aturan tegas dan ketat dalam keseharian anak. Jika anak tidak patuh atau berperilaku salah, anak mendapatkan hukuman. Orang tua tunggal-ibu juga tidak bisa optimal dalam mengasuh anak karena keterbatasan waktu, perhatian, dan tenaga dalam menjalankan semua tugasnya seorang diri. Orang tua pengganti (kakek-nenek) menerapkan pola pengasuhan permissive indulgent (menuruti). Orang tua pengganti (kakek-nenek) seringkali menuruti kemauan anak dan tidak mampu mengindahkan atau membatasi apakah itu baik atau tidak bagi anak sendiri. Orang tua pengganti (kakek-nenek) juga tidak tegas dan mentoleransi perilaku anak yang tidak baik, mendorong anak berperilaku semaunya sendiri. Menunjukkan bahwa anak yang berada dalam pengasuhan orang tua pengganti mendapatkan pengasuhan yang tidak tepat atau salah asuhan. Kata kunci: Pengasuhan, Anak, Keluarga, TKI
dc.language.iso-
dc.publisherFakultas ISIPOL Sosiologi
dc.titlePola Pengasuhan Anak Pada Keluarga TKI (Studi di Desa Karangworo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus)
dc.typeThesis
dc.description.pages-
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/118657
dc.title.book-
dc.link.scopus-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record