Show simple item record

dc.creatorWayan Pageyasa & Nur Ihsan HL
dc.date.accessioned2026-05-22T07:32:20Z
dc.date.available2026-05-22T07:32:20Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.isbn978-623-209-460-4
dc.identifier.other978-623-209-616-5
dc.identifier.urihttps://kbk53255f9.perpustakaandigital.com/read/15748
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/66456
dc.description.abstractBuku ini mendeskripsikan hasil penelitian bahwa memang terjadi kekerasan bahasa secara dominan di media daring nasional. Kekerasan bahasa ini diukur dari dilanggarnya Prinsip Kesantunan yang terdiri atas enam maksim. Kekerasan bahasa terjadi pada topik-topik yang berkaitan dengan isu-isu politik. Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut, harus ada satu ajaran atau maksim yang ditambahkan dari prinsip kesantunan. Maksim ini adalah maksim toleransi. Maksim ini menghendaki peserta komunikasi tidak membalas kekerasan bahasa dengan kekerasan yang sama, meskipun didasari data dan argumentasi yang kuat. Sebab, sudah terbukti bahwa pemenang debat dalam perdebatan yang penuh caci maki tidak akan memperoleh manfaat apapun, kecuali mendapat musuh.
dc.language.isoid
dc.publisherDeepublish
dc.subjectSosial
dc.subjectSosial Budaya
dc.titleKekerasan Bahasa Di Media Daring Nasional
dc.typeBook
dc.source.groupfisipolkubuku


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record