Show simple item record

dc.creatorYusriadi
dc.date.accessioned2026-05-22T07:33:41Z
dc.date.available2026-05-22T07:33:41Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.isbn978-602-453-964-1
dc.identifier.other978-602-475-137-1
dc.identifier.urihttps://kbk53255f9.perpustakaandigital.com/read/11619
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/66512
dc.description.abstractBirokrasi sebagai penentu keberhasilan pelayanan publik yang dalam teori administrasi publik bukan tanpa krisis dan kritik. Krisis dan kritikan tersebut mengharuskan pelaksanaan reformasi administrasi publik makin nyata di berbagai negara termasuk Indonesia. Caiden (1991), Lenvine, Peters & Thompson (1990), semuanya percaya bahwa reformasi administrasi publik sangat diperlukan karena tantangan terhadap prinsip-prinsip administrasi klasik semakin berat. Oleh Cooper (1998), dan Hughes (1994), keduanya meyakini bahwa doktrin Administrasi Publik Klasik ((Old Public Administration) OPA, sejak awal dimotori oleh Wilson pada tahun 1987 terus dikritik oleh para pakar, dan mulai ditinggalkan karena tidak dapat mengakomodasi perubahan situasi dan kondisi masyarakat. Buku ini terdiri atas lima bab dan berisi sekitar 125 halaman yang masing-masing bab berisi tentang birokrasi, yaitu paradigma administrasi publik dalam perspektif birokrasi sebagai pelayanan publik, birokrasi dalam perspektif teoritik, reformasi administrasi dan reformasi birokrasi, birokrasi pelayanan publik, serta ciri-ciri pelayanan birokrasi yang berkualitas.
dc.language.isoid
dc.publisherDeepublish
dc.subjectManajemen
dc.titleReformasi Birokrasi dalam Pelayanan Publik
dc.typeBook
dc.source.groupfisipolkubuku


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record