Show simple item record

dc.contributor.authorAhimsa-Putra, Heddy Shri
dc.date.accessioned2026-05-30T10:08:01Z
dc.date.available2026-05-30T10:08:01Z
dc.date.issued2012-07-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/605
dc.identifier.uri10.22146/jh.605
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84790
dc.description.abstractKesadaran tentang makna strategis studi pola pemukiman secara arkeologis, serta upaya untuk mengatasi kelemahan model sistemik dalam studi tersebut agar arkeologi lebih mampu mengungkapkan dan menjelaskan berbagai perubahan dalam masyarakat-masyarakat kuno melalui studi pola pemukimannya, telah mendorong para ahli arkeologi mengembangkan berbagai paradigma baru yang lebih diakronis sifatnya. Hasil studi dengan paradigma semacam ini biasanya berupa uraian tentang perubahan yang telah terjadi dalam masyarakat yang diteliti, prosesnya, serta berbagai macam dampaknya terhadap aspek-aspek sosial-budaya lainnya. Tidak mengherankan jika hasil kajiannya menjadi tampak lebih dinamis, dengan rentang waktu yang lebih panjang pula. Meskipun demikian, hal itu tidak berarti bahwa paradigma diakronis lebih baik dari paradigma sinkronis.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/605/395
dc.rightsCopyright (c) 2012 Heddy Shri Ahimsa-Putra; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleBeberapa Paradigma Diakronis dalam Arkeologi Pemukiman
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/605
dc.journal.infoHumaniora; Vol 10, No 1 (1998); 24-34


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record