Show simple item record

dc.contributor.authorMRS, Tuty Gandarsih
dc.date.accessioned2026-05-30T10:08:10Z
dc.date.available2026-05-30T10:08:10Z
dc.date.issued2012-07-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/606
dc.identifier.uri10.22146/jh.606
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84791
dc.description.abstractDi Indonesia sektor pertanian pada saat ini dan di masa mendatang masih akan menjadi tempat bertumpu angkatan kerja wanita, akan tetapi secara proporsional ada kecenderungan menurun. Bila pada tahun 1971, 64,7% angkatan wanita bekerja di sektor pertanian, maka pada tahun 1985, presentasenya menurun menjadi 53,7%. Hal ini terjadi karena tendensi maskulinisasi sektor pertanian sebagai akibat penerapan teknologi pertanian yang baru (Moeljarto, 1996:6).
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/606/396
dc.rightsCopyright (c) 2012 Tuty Gandarsih MRS; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleWanita dan Pertanian (Suatu Tinjauan Berwawasan “Gender”)
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/606
dc.journal.infoHumaniora; Vol 10, No 1 (1998); 35-41


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record