Show simple item record

dc.contributor.authorPradopo, Rachmat Djoko
dc.date.accessioned2026-05-30T10:08:19Z
dc.date.available2026-05-30T10:08:19Z
dc.date.issued2012-07-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/607
dc.identifier.uri10.22146/jh.607
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84792
dc.description.abstractMakhluk hidup, khususnya manusia, untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan hidupnya, perlu berhubungan dengan makhluk atau manusia lainnya. Untuk berkomunikasi atau berhubungan itu perlu sarana komunikasi yang dapat dimengerti oleh manusia lainnya. Oleh karena itu, manusia menciptakan tanda-tanda yang saling dimengerti. Tanda-tanda itu berupa tanda-tanda yang dapat diindera oleh manusia, baik tanda berupa bunyi, tanda visual yang dapat dilihat, tanda yang dapat diraba, dirasakan, atau bahkan dapat dicium baunya. Tanda-tanda itu mulai dari yang sederhana sampai kepada yang makin lama makin ruwet. Tentu saja, manusia menciptakan tanda-tanda itu dengan sistem atau aturan-aturan tertentu yang saling dipahami. Karena manusia itu makhluk sosial, maka fenomena sosial dan kebudayaan itu merupakan tanda-tanda dengan sistemnya yang dimengerti bersama.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/607/397
dc.rightsCopyright (c) 2012 Rachmat Djoko Pradopo; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleSemiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/607
dc.journal.infoHumaniora; Vol 10, No 1 (1998); 42-48


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record