Show simple item record

dc.contributor.authorMarsono, Marsono
dc.date.accessioned2026-05-30T10:09:08Z
dc.date.available2026-05-30T10:09:08Z
dc.date.issued2012-07-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/612
dc.identifier.uri10.22146/jh.612
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84797
dc.description.abstractKeadaan kebahasaan di Indonesia, di samping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, terdapat tidak kurang dari 418 bahasa Daerah (Ahmad Banta, 1972:7). Bahasa-bahasa itu serumpun (Kementrian Pengadjaran Pendidikan dan Keboedajaan, 1946:88-102). Dalam bahasa-bahasa itu banyak morfem, leksem, dan kosa kata yang bentuknya mirip atau bahkan sama. Morfem, leksem, dan kosa kata yang mirip atau sama itu, di antaranya ialah morfem, leksem, atau kosa kata yang menyatakan tindakan, keadaan, hal, pelaku, tempat, kala-aspek, dan yang menyatakan bilangan (Marsono, 1989). Seberapa jauh kaitan kemiripan atau kesamaan morfem, leksem, dan kosa kata dalam bahasa-bahasa itu belum banyak diamati oleh para ahli.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/612/402
dc.rightsCopyright (c) 2012 Marsono Marsono; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleMorfem Tindakan Bahasa Jawa dalam Perbandingan dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah yang Lain
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/612
dc.journal.infoHumaniora; Vol 10, No 1 (1998); 76-81


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record