Show simple item record

dc.contributor.authorHaryono, Timbul
dc.date.accessioned2026-05-30T10:09:42Z
dc.date.available2026-05-30T10:09:42Z
dc.date.issued2012-07-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/621
dc.identifier.uri10.22146/jh.621
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84801
dc.description.abstractPada sebuah cologium yang diselenggarakan di School of Oriental and African Studies, London, pada sekitar September 1973, salah seorang penyaji makalah mempertanyakan apakah wilayah Asia Tenggara (daratan) pada milenia ke-2 SM dianggap sebagai Silabhmi atau Samrddhabhumi (Bayard, 1979:15-32) . la mengeluhkan pendapat beberapa sarjana yang mengatakan bahwa peranan wilayah Asia Tenggara selama masa prasejarah sangat kecil karena dianggap sebagai wilayah yang masih terbelakang.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/621/407
dc.rightsCopyright (c) 2012 Timbul Haryono; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleDINAMIKA KEBUDAYAAN LOGAM DI ASIA TENGGARA PADA MASA PALEOMETALIK : TINJAUAN ARKEOMETALURGIS
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/621
dc.journal.infoHumaniora; Vol 11, No 1 (1999); 25-31


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record