Show simple item record

dc.contributor.authorMarwata, Heru
dc.date.accessioned2026-05-30T10:12:37Z
dc.date.available2026-05-30T10:12:37Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/663
dc.identifier.uri10.22146/jh.663
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84819
dc.description.abstractSekarang ini beredar buku- buku yang dapat dikatakan sebagai pemandu bagi para penulis pemula . Isi buku-buku seperti itu biasanya penjelaasan tentang bagaimana cara menulis, berisi teori dan sekaligus contoh pemraktekkannya . Dalam buku-buku itu tentu saja terdapat pula hal-hal yang disarankan untuk ditempuh dan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan . Inilah yang menggelitik penulis untuk membahas hukum estetika, khususnya tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam menulis .
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/663/509
dc.rightsCopyright (c) 2012 Heru Marwata; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleTENTANG HUKUM ESTETIKA
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/663
dc.journal.infoHumaniora; Vol 11, No 2 (1999); 61-65


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record