| dc.contributor.author | Haryono, Timbul | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-30T10:13:16Z | |
| dc.date.available | 2026-05-30T10:13:16Z | |
| dc.date.issued | 2012-08-03 00:00:00 | |
| dc.identifier.issn | 2302-9269 | |
| dc.identifier.issn | 0852-0801 | |
| dc.identifier.uri | https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/666 | |
| dc.identifier.uri | 10.22146/jh.666 | |
| dc.identifier.uri | http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84822 | |
| dc.description.abstract | Tulisan ini menguraikan proses pelak- sanaan upacara sima beserta perlengkap- ama Kerajaan Mataram muncul per- an ritual yang disertakan . tama kali pada masa pemerintahan Raja Saiijaya yang memerintah se- jak tahun 717 Masehi, dengan gelar Rakai Mataram . Selama masa Kerajaan Mataram kuna telah banyak dikeluarkan prasasti yang dapat memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat Jawa Kuno abad VIII-X dengan berbagai aspek sosial- ekonominya . Di antara prasasti-prasasti yang dikeluarkan selama itu adalah prasasti yang berisi tentang penetapan tanah per- dikan yang disebut dengan istilah 'sima'. Hampir 90% prasasti Jawa Kuna membi- carakan sima, yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa kepada raja atau diberikan kepada sekelompok ma- syarakat untuk mengelola bangunan ke- agamaan (Christie, 1977 ; 1983) . Prasasti tentang penetapan sima pada umumnya diawali dengan manggala yaitu seruan kepada dewa, yang dilanjutkan de- ngan penyebutan unsur-unsur penanggalan yang memuat keterangan tentang kapan prasasti dikeluarkan, keterangan tentang nama raja atau pejabat yang mengeluarkan prasasti, dilanjutkan dengan nama-nama pejabat yang menerima perintah . | |
| dc.format | application/pdf | |
| dc.language.iso | eng | |
| dc.publisher | Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada | |
| dc.relation.uri | https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/666/512 | |
| dc.rights | Copyright (c) 2012 Timbul Haryono; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 | |
| dc.subject | - | |
| dc.title | SANG HYANG WATU TEAS DAN SANG HYANG KULUMPANG : PERLENGKAPAN RITUAL UPACARA PENETAPAN SIMA PADA MASA KERAJAAN MATARAM KUNA | |
| dc.type | Article | |
| dc.identifier.oai | oai:jurnal.ugm.ac.id:article/666 | |
| dc.journal.info | Humaniora; Vol 11, No 3 (1999); 14-21 | |