Show simple item record

dc.contributor.authorPutro, Bambang Dharwiyanto
dc.date.accessioned2026-05-30T10:16:17Z
dc.date.available2026-05-30T10:16:17Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/686
dc.identifier.uri10.22146/jh.686
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84841
dc.description.abstractMerujuk pada pendapat Keller, kaum elite adalah minoritas-minoritas yang efektif dan bertanggungjawab. lni artinya efektif melihat peaksanaan kegiatan kepenttingan dan perhatian kepada orang lain tempat golongan elit mi memberikan tanggapannya (Keller, 1995: 3). Sementara itu. Alatas (1988) melihat bahwa seseorang intelektual adalah orang yang memusatkan diri untuk memikirkan ide dan masalah nonmatenial dengan menggunakan kemampuan penalanannya. Menurut kaum intelektual menunjukkan ciri-ciri sosial. antara lain. sebagai berikut. Pertama. mereka direkrut dan segala kelas, sekalipun dalam proporsi yang berbeda-beda; Kedua. mereka dijumpai di kalangan pendukung atau penentang berbagai gerakan kebudayaan dan politik; Ketiga, bila dilihat dan pekerjaan, mereka pada umumnya bukanlab pekenja ta’gan dan bagian terbesar menjadi dosen, penyair, wartawan, dan sebagainya. Keempat, sampai pada batas tertentu mereka pada umumnya agak menjauh dan masyarakat selebihnya bergaul di dalam kelompoknya sendiri Kelima, mereka tidak hanya tertanik pada segi-segi pengetahuan teknis dan mekanis semata-mata. Ide-ide mengenai agama, seni, kebudayaan, rasa kebangsaan, ekonomi terencana, kehidupan yang lebih baik, dan sejenisnya termasuk dalam duni pemikirannya. Pada bagian lain, selanjutnya berbeda dengan spesiahs, kaum intelektual berusaha melihat hal-hal dalam perspektif yang lebih luas, yakni dalam bentuk sating hubungan dan secara total. Keenam, kelompok intelektual senantiasa merupakan bagian kecil dan mayarakat (Alatas, 1988: 12-13). mi berarti bahwa seorang intelektual memiliki pengetahuan dan wawasan yang kompleks untuk diabdikan kepada masyarakat.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/686/532
dc.rightsCopyright (c) 2012 Bambang Dharwiyanto Putro; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titlePERANAN ELITE INTELEKTUAL DALAM DINAMIKA MASYARAKAT ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/686
dc.journal.infoHumaniora; Vol 12, No 2 (2000); 161-169


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record