Show simple item record

dc.contributor.authorAdenan, Ferry
dc.date.accessioned2026-05-30T10:18:01Z
dc.date.available2026-05-30T10:18:01Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/698
dc.identifier.uri10.22146/jh.698
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84853
dc.description.abstractDi negara-negara maju Systemic Functional Linguistics (SFL) banyak dimanfaatkan di dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris . Di dalam SFL terdapat pengertian bahwa linguistic membedakan fungsi dalam konteks paradigma dan fungsi di dalam konteks sintakmatika. Yang disebut pertama umum dikenal sebagai sistem, sedang yang kedua dikenal sebagai struktur bahasa. Sistem menyebabkan orang dapat menginterpretasi hubungan paradigmatika sedangkan struktur bahasa memungkinkan orang menginterpretasi hubungan-hubungan sintakmatika. Systemic linguistics bukan sistem resmi bahasa, lebih tepat dikatakan sebagai suatu cara berpikir tentang bahasa dan lebih kena lagi dikatakan sebagai cara bertanya tentang bahasa sebagai objek . Pertanyaanpertanyaan itu terutama berupa pertanyaan tentang sifat dan fungsi bahasa .
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/698/544
dc.rightsCopyright (c) 2012 Ferry Adenan; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleMAKNA DALAM BAHASA
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/698
dc.journal.infoHumaniora; Vol 12, No 3 (2000); 261-270


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record