Show simple item record

dc.contributor.authorIstanti, Kun Zachrun
dc.date.accessioned2026-05-30T10:19:48Z
dc.date.available2026-05-30T10:19:48Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/708
dc.identifier.uri10.22146/jh.708
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84863
dc.description.abstractDalam kesusastraan Melayu klasik, terdapat sejumlah cerita yang dapat dikategorikan sebagai cerita pahlawan Islam, misalnya Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Amir Hamzah (selanjutnya disingkat HAH) dan Hikayat Muhammad Hanafiyyah (Winstedt, 1940: 63-68, Iskandar, 1995:127-148). Ketiga hikayat itu mempunyai struktur asasi sebuah hikayat Melayu sebagai berikut (Brakel, 1975: 76-77): tergolong sebagai karya sastra yang ditulis dalam huruf Jawi (huruf Arab, bahasa Melayu); pengarang tidak diketahui (anonim); menceritakan kisah-kisah yang menakjubkan; disalin dari satu naskah ke naskah lain; sewaktu menyalin si penyalin bebas mengubah, menambah, dan mengurangi hal-hal yang dianggapnya perlu. Ketiga hikayat itu dikategorikan sebagai hikayat pahlawan Islam karena berisi perjuangan tokoh utama yang mencurahkan hidupnya untuk menegakkan Islam (artinya ia turut serta dalam menyebarkan, menjaga, mempertahankan, dan membela agama Islam) (Dipodjojo, 1981: 122).
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/708/554
dc.rightsCopyright (c) 2012 Kun Zachrun Istanti; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleHikayat Amir Hamzah: Jejak dan Pengaruhnya dalam Kesusastraan Nusantara
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/708
dc.journal.infoHumaniora; Vol 13, No 1 (2001); 22-29


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record