Show simple item record

dc.contributor.authorPradopo, Rahmat Djoko
dc.date.accessioned2026-05-30T10:20:37Z
dc.date.available2026-05-30T10:20:37Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/711
dc.identifier.uri10.22146/jh.711
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84866
dc.description.abstractPuisi merupakan struktur yang kompleks. Oleh karena itu, dalam penelitian puisi Pujangga Baru digunakan teori dan metode struktural semiotik. Kesusastraan merupakan struktur ketandaan yang bermakna dan kompleks, antarunsurnya terjadi hubungan yang erat (koheren). Tiap unsur karya sastra mempunyai makna dalam hubungannya dengan unsur lain dalam struktur itu dan keseluruhannya (Hawkes, 1978: 17—18). Akan tetapi, strukturalisme murni yang hanya terbatas pada struktur dalam (inner structure) karya sastra itu mengasingkan relevansi kesejarahannya dan sosial budayanya (Teeuw, 1983: 61). Oleh karena itu, untuk dapat memahami puisi dengan baik serta untuk mendapatkan makna yang lebih penuh, dalam menganalisis sajak dipergunakan strukturalisme dinamik (Teeuw, 1983: 62), yaitu analisis struktural dalam kerangka semiotik. Karya sastra sebagai tanda terikat kepada konvensi masyarakatnya. Oleh karena itu, karya sastra tidak terlepas dari jalinan sejarah dan latar sosial budaya masyarakat yang menghasilkannya, seperti telah terurai di atas.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/711/557
dc.rightsCopyright (c) 2012 Rahmat Djoko Pradopo; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titlePuisi Pujangga Baru: Konsep Estetik, Orientasi dan Strukturnya
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/711
dc.journal.infoHumaniora; Vol 13, No 1 (2001); 55-63


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record