Show simple item record

dc.contributor.authorHasanudin, .
dc.contributor.authorKristanto, Budi
dc.date.accessioned2026-05-30T10:20:55Z
dc.date.available2026-05-30T10:20:55Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/712
dc.identifier.uri10.22146/jh.712
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84867
dc.description.abstractDari segi geografis, Pontianak terletak di antara jalur perdagangan Selat Malaka dan merupakan daerah transito perdagangan, baik dari timur maupun barat Nusantara, terutama hubungannya dengan Singapura sebagai pusat perdagangan setelah jatuhnya Malaka dan merupakan jalur pelayaran antara Cina dan India. Jalur inilah yang merupakan jalan dan kemudahan terpenting untuk menyelenggarakan transportasi dan komunikasi yang menarik berbagai etnis untuk berdatangan ke Pontianak, dan merupakan hal yang bersifat taktis dan strategis bagi suatu kerajaan untuk kepentingan politik, sosial ekonomi, kebudayaan dan militernya. Bahkan, kebesaran, kemegahan, dan kemasyhuran kerajaan pada umumnya tergantung pada ramainya lalu lintas perhubungan dan jenis-jenis alat yang digunakan pada masa itu.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/712/558
dc.rightsCopyright (c) 2012 . Hasanudin, Budi Kristanto; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleProses Terbentuknya Heterogenitas Etnis di Pontianak pada Abad ke-19
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/712
dc.journal.infoHumaniora; Vol 13, No 1 (2001); 64-81


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record