Show simple item record

dc.contributor.authorSaputra, Heru SP
dc.date.accessioned2026-05-30T10:22:38Z
dc.date.available2026-05-30T10:22:38Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/732
dc.identifier.uri10.22146/jh.732
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84876
dc.description.abstractSecara empiris, pemetaan kebudayaan dan tradisi di wilayah Jawa Timur dapat dipilah menjadi enam variasi regional kebudayaan, yaitu: (1) kebudayaan Arek, (2) kebudayaan Tengger, (3) kebudayaan Madura, (4) kebudayaan Mataraman, (5) kebudayaan Pendalungan, dan (6) kebudayaan Using.1 Tiap-tiap variasi regional kebudayaan tersebut memiliki ciri khas sesuai dengan dinamika dan dialektika historis dan geografis wilayah budayanya. Namun, peta budaya seringkali melampaui batas wilayah peta geografis sehingga batas geografis peta budaya cenderung tidak dapat ditetapkan secara tegas. Salah satu variasi regional kebudayaan Jawa Timur yang kini menarik perhatian adalah kebudayaan Using. Daya tarik itu setidak-tidaknya dipicu oleh rasa keingintahuan tentang eksistensi budaya Using, terutama setelah terjadinya heboh kasus pembantaian orang-orang yang diduga sebagai dukun santet di Banyuwangi, Oktober 1998. Kasus tersebut seakan-akan melegitimasi bahwa wilayah yang terletak di daerah “tapal kuda” itu menjadi salah satu basis utama perdukunan di Jawa Timur. Tulisan berikut mengkaji tradisi mantra Using. Dalam kajian ini juga dideskripsikan karakteristik budaya Using, keunikan jenis magi, kekuatan mistik, unsur religiositas, moralitas, dan pranata sosial tradisional.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/732/578
dc.rightsCopyright (c) 2012 Heru SP Saputra; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleTradisi Mantra Kelompok Etnik Using Di Banyuwangi
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/732
dc.journal.infoHumaniora; Vol 13, No 3 (2001); 260-267


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record