Show simple item record

dc.contributor.authorSantosa, Djarot Heru
dc.date.accessioned2026-05-30T10:22:54Z
dc.date.available2026-05-30T10:22:54Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/733
dc.identifier.uri10.22146/jh.733
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84877
dc.description.abstractKekayaan kebudayaan nasional Indonesia akan berkembang manakala kita mau berpartisipasi dalam ikut serta mengungkap unsur-unsur pendukungnya. Unsur-unsur itu di antaranya adalah kebudayaan lokal atau daerah yang bisa meliputi kesusastraan dan keseniannya. Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan universal memiliki bermacam-macam jenis, antara lain seni, musik, seni suara, seni tari, seni pedalangan, dan lain-lain. Kesenian juga merupakan kesanggupan akal manusia untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi. Seni tradisi macapatan merupakan salah satu bentuk penyajian sastra lisan di Jawa yang termasuk dalam gradasi pembacaan sastra murni. Tradisi macapatan ini di samping mengandung unsur seni sastra, juga nilai-nilai, isi, dan makna yang bernilai tinggi bagi masyarakat. Bahkan, nilai itu menjadi pedoman bagi masyarakat pendukungnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan fungsi bagi kehidupan budaya masyarakat pendukungnya. Sentuhan tradisi seperti ini dalam kehidupan masyarakat pada saat sekarang merupakan hal yang menarik untuk dikaji.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/733/579
dc.rightsCopyright (c) 2012 Djarot Heru Santosa; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleTradisi Macapatan Di Boyolali
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/733
dc.journal.infoHumaniora; Vol 13, No 3 (2001); 268-274


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record