Show simple item record

dc.contributor.authorLubis, Nina H
dc.date.accessioned2026-05-30T10:24:49Z
dc.date.available2026-05-30T10:24:49Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/741
dc.identifier.uri10.22146/jh.741
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84884
dc.description.abstractPada awal tahun 2002, di surat kabar terbesar di Jawa Barat, muncul perdebatan tentang Naskah Wangsakerta. Perdebatan ini muncul ketika naskah ini dijadikan rujukan untuk menentukan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat oleh seorang pakar filologi, Edi S. Ekadjati (selanjutnya disingkat ESE). Penulis, sebagai seorang sejarawan, mempertanyakan keabsahan penggunaan naskah ini sebagai sumber sejarah mengingat kontroversi tentang naskah ini. Pada akhir tahun 1980-an, terjadi polemik di surat kabar, majalah, antara para sejarawan, arkeolog, dan filolog tentang naskah ini. Seminar dan diskusi juga telah mengangkat masalah naskah ini ke percaturan nasional.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/741/586
dc.rightsCopyright (c) 2012 Nina H Lubis; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleKontroversi Tentang Naskah Wangsakerta
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/741
dc.journal.infoHumaniora; Vol 14, No 1 (2002); 20-26


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record