Show simple item record

dc.contributor.authorAstra, I Gde Semadi
dc.date.accessioned2026-06-02T00:35:16Z
dc.date.available2026-06-02T00:35:16Z
dc.date.issued2012-08-03 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/751
dc.identifier.uri10.22146/jh.751
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84894
dc.description.abstractBerdasarkan prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh “istri suami” Gunapriyadharmapatni dan Dharmodayana Warmadewa dapat diketahui bahwa mereka memerintah tahun 911 – 923 Saka. Kendati demikian, perlu dikemukakan bahwa dalam prasasti Batur, Pura Abang A yang berangka tahun 933 Saka terbaca lagi nama Dharmodayana Warmadewa (selanjutnya akan disebut Udayana saja), tetapi tanpa nama permaisurinya (Goris, 1954a: 80 – 88). Rupa- rupanya sang permaisuri telah mangkat sebelum tahun 933 Saka. Tulisan ini bertujuan mengungkap nama, susunan keanggotaan, dan fungsi lembaga pemerintahan tingkat pusat tahun 911 – 933 Saka. Berkenaan dengan penampakan unsur-unsur budaya “asli” Nusantara yang tersaji dalam beberapa bagian uraian, terutama untuk nama lembaga dan sejumlah jabatan, diharapkan dapat diberikan pemahaman yang baik, dan sekaligus diambil hikmahnya, mengenai eksistensi nenek moyang bangsa Indonesia dalam mereaksi atau meresepsi unsur-unsur budaya luar pada waktu itu.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/751/596
dc.rightsCopyright (c) 2012 I Gde Semadi Astra; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleLembaga Pemerintahan Tingkat Pusat Pada Masa Gunapriyadharmapatni-Dharmodayana Warmadewa
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/751
dc.journal.infoHumaniora; Vol 14, No 2 (2002); 127-136


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record