Show simple item record

dc.contributor.authorWulandari, Arsanti
dc.date.accessioned2026-06-02T00:39:08Z
dc.date.available2026-06-02T00:39:08Z
dc.date.issued2012-08-04 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/797
dc.identifier.uri10.22146/jh.797
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84937
dc.description.abstractSerat Nitipraja (selanjutnya disebut SNP) yang ditulis pada 1643 merupakan salah satu karya sastra Jawa yang digolongkan sebagai sastra piwulang. Pengertian sastra piwulang adalah karya sastra yang di dalamnya terkandung ajaran moral dan sikap hidup (Sudewa, 1991:3). Sejalan dengan pendapat tersebut, terdapat satu pernyataan bahwa karya sastra lama dapat dijadikan sumber informasi masa lalu ataupun bahan ajar untuk masa sekarang untuk hal-hal yang masih relevan (Robson, 1978:5). Demikian halnya dengan teks SNP. Teks SNP memberikan gambaran mengenai kriteria seorang pemimpin. Piwulang yang terdapat pada SNP adalah piwulang yang ditujukan kepada para pemimpin kerajaan, dalam hal ini raja, bupati, dan petinggi kerajaan lainnya. Piwulang tersebut dikemas dalam bentuk kebahasaan yang unik, yaitu disajikan dengan perumpamaan-perumpamaan yang patut untuk dikaji lebih jauh maknanya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/797/639
dc.rightsCopyright (c) 2012 Arsanti Wulandari; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleGaya Bahasa Perbandingan dalam Serat Nitipraja
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/797
dc.journal.infoHumaniora; Vol 15, No 3 (2003); 302-316


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record