Show simple item record

dc.contributor.authorTobing, Roswita Lumban
dc.date.accessioned2026-06-02T00:39:19Z
dc.date.available2026-06-02T00:39:19Z
dc.date.issued2012-08-04 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/799
dc.identifier.uri10.22146/jh.799
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84939
dc.description.abstractBahasa Prancis bagi pembelajar berbahasa Indonesia merupakan bahasa asing (selanjutnya disebut B2). Bahasa Prancis dipelajari setelah pembelajar menguasai bahasa Indonesia (B1). Penggunaan dua bahasa (Indonesia yang lebih dikuasai dari bahasa Prancis yang sedang dipelajari) menyebabkan terjadinya pencampuran unsur struktur dan kosa kata kedua bahasa tersebut, apalagi jika bahasa tersebut berasal dari rumpun yang berbeda. Karena itu, akan terjadi kesalahan-kesalahan yang salah satunya disebabkan oleh pengaruh dari B1. Bahasa Indonesia memiliki bentuk dan sifat yang berbeda dengan bahasa Prancis. Bahasa Indonesia termasuk kategori bahasa aglutinatif yang tidak mengenal adanya perubahan bentuk verba, sedangkan bahasa Prancis termasuk kategori bahasa fleksi yang mengalami konjugasi verba serta deklinasi nomina dan ajektiva (Cristal,1992: 297).
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/799/641
dc.rightsCopyright (c) 2012 Roswita Lumban Tobing; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleAnalisis Kesalahan Sintaksis Bahasa Prancis Oleh PEmbelajar Berbahasa indonesia: Sebuah Studi Kasus
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/799
dc.journal.infoHumaniora; Vol 15, No 3 (2003); 327-335


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record