Show simple item record

dc.contributor.authorKuntowijoyo, .
dc.date.accessioned2026-06-02T00:39:41Z
dc.date.available2026-06-02T00:39:41Z
dc.date.issued2012-08-04 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/803
dc.identifier.uri10.22146/jh.803
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84943
dc.description.abstractDi Indonesia sejarah dan sastra menjadi satu dalam mitos sampai awal abad ke-20. Ketika kesadaran mitis itu berakhir, keduanya berjalan senndiri-sendiri. Sekalipun keduanya merekam realitas, tetapi sejarah adalah ilmu, sastra adalah imajinasi. Sejarah dan sastra berbeda dalam struktur dan substansi. Dalam struktur sejarah ada evidensi, informasi, fakta, dan berguna untuk menjelaskan realitas. Dalam struktur sastra ada strukturalisasi kemungkinan, ekspresi, imajinasi, dan berguna untuk mengadili realitas. Sementara itu, substansi sejarah adalah objektifikasi kehidupan karena ia harus sadar akan perubahan. Sastra adalah subjektifikasi kehidupan dan acuannya adalah keabadian.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/803/645
dc.rightsCopyright (c) 2012 . Kuntowijoyo; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleSejarah / Sastra
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/803
dc.journal.infoHumaniora; Vol 16, No 1 (2004); 17-26


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record