Show simple item record

dc.contributor.authorDarban, A. Adaby
dc.date.accessioned2026-06-02T00:39:46Z
dc.date.available2026-06-02T00:39:46Z
dc.date.issued2012-08-04 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/804
dc.identifier.uri10.22146/jh.804
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84944
dc.description.abstractUlama Jawa di samping berperan sebagai pemuka agama Islam juga memiliki fungsi sebagai informal leaders, dan juga sebagai key person dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan Kolonial Belanda. Fungsi itu berlaku karena sebagai besar masyarakat adalah pemeluk Islam, dan kehidupan ulama sebagai religious elite dekat dengan rakyat (merakyat). Keberpihakan kaum birokrat tradisional kepada pemerintah kolonial menyebabkan masyarakat mencari kepemimpinan baru yaitu para ulama sebagai pengayom dan pemuka dalam perlawanan terhadap pemerintah kolonial
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/804/646
dc.rightsCopyright (c) 2012 A. Adaby Darban; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleULAMA JAWA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/804
dc.journal.infoHumaniora; Vol 16, No 1 (2004); 27-34


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record