Show simple item record

dc.contributor.authorKaelan, .
dc.date.accessioned2026-06-02T00:40:35Z
dc.date.available2026-06-02T00:40:35Z
dc.date.issued2012-08-06 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/813
dc.identifier.uri10.22146/jh.813
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84953
dc.description.abstractFilsafat Wittgenstein dibagi menjadi dua periode, periode pertama berjudul Tractatus Logico-Philosophicus ( 1922), yang intinya tentang teori gambar (picture theory) dan mengungkapkan tentang logika bahasa . Menurut Wittgenstein, hakikat bahasa merupakan gambaran logis dunia empiris, yang tersusun atas proposisi-proposisi dan menggambarkan 'keberadaan suatu peristiwa' (state of offairs) . Filsafat Wittgenstein periode kedua adalah Philosophical Investigations (1953), yang memuat tentang 'permainan bahasa' (language games). Menurut Wittgenstein, bahasa digunakan manusia dalam berbagai bidang kehidupan, dan dalam setiap kehidupan manusia itu memiliki aturan penggunaan masing-masing. Filsafat Wittgenstein tersebut relevan bagi pengembangan dasar filosofis pragmatik . Prinsip dalam permainan bahasa tersebut relevan bagi pengembangan dasar filosofis pragmatik, balk menyangkut aspek ontologis, epistemologis, maupun aksiologis .
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/813/655
dc.rightsCopyright (c) 2012 . Kaelan; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleFilsafat Analitis Menurut Ludwig Wittgenstein: Relevansinya Bagi Pengembangan Pragmatik
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/813
dc.journal.infoHumaniora; Vol 16, No 2 (2004); 133-146


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record