Show simple item record

dc.contributor.authorPangastoeti, Sri
dc.date.accessioned2026-06-02T00:41:03Z
dc.date.available2026-06-02T00:41:03Z
dc.date.issued2012-08-06 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/818
dc.identifier.uri10.22146/jh.818
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/84958
dc.description.abstractKaisar atau dalam bahasa Jepang disebut Tennoo merupakan salah satu unsur penting bagi siapa pun yang akan mempelajari budaya Jepang . Sikap rakyat Jepang sendiri terhadap Tennoo, simbol negara Jepang, juga merupakan gejala yang menarik untuk dipelajari karena ternyata pengalaman sejarah menjadikan sikap mereka berubah . Perubahan ini menjadi jelas terlihat jika dikaji dengan teori fenomenologi
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/818/660
dc.rightsCopyright (c) 2012 Sri Pangastoeti; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titlePergeseran Makna Tennoo Sebagai Simbol Negara Jepang
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/818
dc.journal.infoHumaniora; Vol 16, No 2 (2004); 189-200


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record