Show simple item record

dc.contributor.authorHidayat, Bernardus
dc.date.accessioned2026-06-02T00:54:03Z
dc.date.available2026-06-02T00:54:03Z
dc.date.issued2012-08-09 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/975
dc.identifier.uri10.22146/jh.975
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85090
dc.description.abstractSituasi kultural dan intelektual baru, seperti di awal abad ke-20, membutuhkan mode-mode ekspresi yang juga baru yang mampu memberikan bentuk sekaligus kemampuan mengendalikan makna pada sensibilitas sang seniman. T.S. Eliot memenuhi kebutuhan itu dengan menciptakan teknik objective correlative yang diwarnai oleh disjunction, pengalaman personal, realisme simbolik, dan kompleksitas makna. teknik ini diberikan untuk mengandalkan bentuk dan kontrol pada chaos dan hilangnya arah hidup yang mewarbai zaman itu. Dalam kajian ini, teknik itu diterapkan dalam salah satu karya Eliot dengan harapan pembaca akan terbantu untuk menyimak karya-karya Eliot yang lain, atau karya-karya lain yang juga modernis, yang biasanya sangat sulit bagi orang-orang yang masih harus bergulat dengan bahasa asing dasar.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/975/810
dc.rightsCopyright (c) 2012 Bernardus Hidayat; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleBody Parts, Sex, and Landscapes: an Explication of Eliot's Symbolism in the Love-song of J. Alfred Prufock
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/975
dc.journal.infoHumaniora; Vol 21, No 3 (2009); 310-321


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record