Show simple item record

dc.contributor.authorAstuti, Tri Marhaeni P
dc.date.accessioned2026-06-02T01:00:57Z
dc.date.available2026-06-02T01:00:57Z
dc.date.issued2012-10-31 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1262
dc.identifier.uri10.22146/jh.1262
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85164
dc.description.abstractTenaga Kerja Wanita (TKW) sudah banyak memberikan jasa bagi keluarga, lingkungan, dan negara. Namun, pengalaman para TKW, baik secara fisik maupun batin, belum disadari secara lengkap. Para tenaga kerja wanita itu meninggalkan keluarga, budaya, status, dan eksistensi mereka sebagai anak dan/atau sebagai ibu untuk bekerja di lingkungan baru dengan budaya yang sebelumnya nelum mereka kenal. Para tenaga kerja wanita itu membantu keluarga dengan mengirimkan sejumlah uang yang dimanfaatkan keluarga untuk berbagai keperluan yang dapat meningkatkan tingkat kualitas kehidupan keluarga. Namun, jarang yang menyadari bahwa para wanita itu berada pada suatu dimensi peralihan budaya. Mereka belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan budaya baru di tempat kerja dan, sebaliknya, merasa ada keterasingan dengan status dan eksistensi mereka di tempat asal beserta budaya yang mereka tinggalkan.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1262/1076
dc.rightsCopyright (c) 2012 Tri Marhaeni P Astuti; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleRedefinition of the Existence of Migrant Women the Case of Return Migrant in Godong, Grobogan, Central Java
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1262
dc.journal.infoHumaniora; Vol 18, No 3 (2006); 205-212


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record