Show simple item record

dc.contributor.authorSetiadi, Setiadi
dc.date.accessioned2026-06-02T01:02:56Z
dc.date.available2026-06-02T01:02:56Z
dc.date.issued2012-11-20 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1294
dc.identifier.uri10.22146/jh.1294
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85176
dc.description.abstractTeori migrasi internasional mencoba menjelaskan alasan-alasan yang mendasari seseorang melakukan migrasi ke negara lain dan alasan mengapa migrasi selalu terjadi berulang-ulang, termasuk dampak yang diakibatkannnya. Teori yang ada dapat digolongkan dalam tiga pendekatan yakni pendekatan fungsional, struktural, dan teori yang mencoba menggabungkan keduanya. Pada sisi lain, tampak adanya kekosongan pendekatan budaya dalam menjelaskan fenomena migrasi internasional tersebut. Tulisan ini merupakan kajian awal untuk melihat secara komprehensif berbagai kemungkinan studi antropologis terhadap fenomena migrasi internasional di Indonesia dan kemungkinan pengembangannya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1294/1097
dc.rightsCopyright (c) 2012 Setiadi Setiadi; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subject-
dc.titleAntropologi dan Studi Migrasi Internasional
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1294
dc.journal.infoHumaniora; Vol 12, No 1 (2000); 86-97


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record