Show simple item record

dc.contributor.authorWita, Afri
dc.date.accessioned2026-06-02T01:08:55Z
dc.date.available2026-06-02T01:08:55Z
dc.date.issued2013-04-25 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1813
dc.identifier.uri10.22146/jh.1813
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85233
dc.description.abstractTulisan ini bertujuan menemukan posisi yang di-liyan-kan dalam novel Puragabaya menggugat pe-liyan-an terhadap mereka. Metode yang digunakan untuk membaca data dalam novel adalah analisis wacana, khususnya yang digunakan oleh Sara Mills. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teori poskolonial, terutama gagasan Homi K. Bhabha mengenai mimikri dan hibriditas. Hasil analisis menunjukkan bahwa panakawan di-liyan-kan melalui penamaan, tubuh, sifat dan kebiasaan, tempat, dan peran mereka. Gambaran pe-liyan-an mereka ditunjukkan sebagai sesuatu yang alamiah. Pada akhirnya bagaimana panakawan menggugat pe-liyan-an ditunjukkan dengan praktik yang berbeda, Ogel dengan mimikrinya, sementara Jasik menolak peniruan.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1813/1631
dc.rightsCopyright (c) 2013 Afri Wita; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectanalisis wacana poskolonial, hibriditas, mimikri, novel Puragabaya, panakawan pe-liyan-an,
dc.titlePANAKAWAN MENGGUGAT PE-LIYAN-AN: ANALISIS WACANA POSKOLONIAL PADA NOVEL PURAGABAYA
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1813
dc.journal.infoHumaniora; Vol 25, No 1 (2013); 58-68


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record