Show simple item record

dc.contributor.authorMarwata, Heru
dc.date.accessioned2026-06-02T01:09:34Z
dc.date.available2026-06-02T01:09:34Z
dc.date.issued2013-05-15 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1863
dc.identifier.uri10.22146/jh.1863
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85240
dc.description.abstractDi antara teoretikus sastra yangsecara cukup baik mengedepankan teori dengan pendekatan pragmatik itu adalah H.R. Jauss (1982) dalam bukunya Toward an Aesthetic of Reception dan Wolfgang Iser dalam bukunya The Act of Reading (1987) dan The Implied  Reader(1980). Tulisan ini hanya akan membicarakan konsep Iser tentang pembaca dan pembaca tersirat saja. Alasan utamanya adalah karena meskipun Jauss dan Iser sama-sama mengedepankan peran pembaca. Iserlah yang Iebih memberikan uraian tentang konsep pembaca seperti judul tulisan ini.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1863/1670
dc.rightsCopyright (c) 2013 Heru Marwata; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectpembaca, pragmatik, sastra, teori, Wolfgang Iser
dc.titlePembaca dan Konsep Pembaca Tersirat Wolfgang Iser
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1863
dc.journal.infoHumaniora; No 6 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record