Show simple item record

dc.contributor.authorSuratidjo, Sukamti
dc.date.accessioned2026-06-02T01:10:21Z
dc.date.available2026-06-02T01:10:21Z
dc.date.issued2013-05-16 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1871
dc.identifier.uri10.22146/jh.1871
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85248
dc.description.abstractBerbahasa merupakan kegiatan yang memerlukan penalaran, sebab tanpapenalaran komunikasi tidak akan berhasil dengan baik. Salah satusarana penalaran adalah pertalian makna atau linkage. Dalam bahasa Indonesia linkage berupa: urutan, seleksi, penguasa-pembatas, konstruksi relasional, dan konteks. Penulis akan membahas linkage dalam klausa adjektival sebagai sarana penalaran. Penalaran berkaitan dengan kelogisan, dan makna kalimat. Kalimat yang tidak logis sulit dipahamidan merusak makna. Oleh karena itu, makalah ini bertuiuan memberi penyelesaian terhadap masalan berbahasa yang logis.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1871/1679
dc.rightsCopyright (c) 2013 Sukamti Suratidjo; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectbahasa, klausa adjektival, linkage, penalaran
dc.titleLinkage dalam Klausa Adjektival sebagai Sarana Penalaran
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1871
dc.journal.infoHumaniora; No 6 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record