Show simple item record

dc.contributor.authorFaruk, Faruk
dc.date.accessioned2026-06-02T01:10:26Z
dc.date.available2026-06-02T01:10:26Z
dc.date.issued2013-05-16 00:00:00
dc.identifier.issn2302-9269
dc.identifier.issn0852-0801
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1873
dc.identifier.uri10.22146/jh.1873
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85249
dc.description.abstractMasih terdapat banyak persoalan lain yang dihadapi oleh wanita,yang menunjukkan betapa konsep kesetaraan yang dinyatakan secara ideal dalam Undang-Undang Dasar 1945 di atas, masihlah amat jauh dan kenyataan. Ada persoalan masih amat rendahnya tingkat upah yang diberikan pada  pekerja wanita, ada soal masih amat rendahnya tingkat kenyataan wanita untuk banyak bidang pekerjaan di sektor publik, ada persoalan kekerasan yang selalu mengancam dan ditimpakan pada wanita, dan banyak lagi yang lainnya. Kenyataan ketimpangan di atas dapat saja dikembalikan kepada faktor historis, yaitu bahwa titik berangkat wanita dalam melaksanakan hak-hak kesetaraannya seperti yang diimperatifkan oleh Undang-Undang Dasar di atas tidak sama dengan laki-laki.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1873/1680
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1873/1681
dc.rightsCopyright (c) 2013 Faruk Faruk; http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
dc.subjectgender, ketimpangan, perempuan, sejarah
dc.titleSelayang Pandang Reproduksi Gender di Indonesia
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/1873
dc.journal.infoHumaniora; No 6 (1997)


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record