Show simple item record

dc.contributor.authorLatifa Zahra, Novi Kurnia
dc.date.accessioned2026-06-04T04:05:36Z
dc.date.available2026-06-04T04:05:36Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/119095
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/90869
dc.description.abstractINTISARI Hubungan komunitas bukanlah hal yang popular di ranah teori komunikasi dalam pemerintah. namun hal ini bukanlah yang tidak mungkin. Pemerintah sering kali bersinggungan dengan komunitas dalam menjalankan kebijakannya. Mediator dapat dilibatkan dalam upaya pelaksanaan pendekatan kebijakan yang telah ditetapkan. BAPPEDA sebagai pilot project dan wakil dari pemerintah yang bertanggung jawab pada pelaksanakan kebijakan mengenai revitalisasi bantaran sungai, bekerjasama dengan Forum Komunikasi Winongo Asri dalam upaya membangun hubungan dengan komunitas bantaran Sungai Winongo. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperlihatkan peran dari mediator pada pemerintah dan hubungan komunitas. Dengan menggunakan Strategi Komunikasi Model ACADA, penelitian ini berusaha menjawab bagaimana pihak ketiga mampu berperan dalam upaya realisasi kebijakan pemerintah. Penelitian merupakan jenis penelitian kualitatif yang berlandaskan pada post positifisme dengan metode studi kasus. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian menunjukkan bahwa bekerjasama dengan mediator merupakan langkah yang menjanjikan pada pendekatan komunikasi pemerintah. Kata Kunci : Pemerintah, hubungan komunitas, peran, mediator, strategi komunikasi, komunikasi
dc.publisherFakultas ISIPOL Politik dan Pemerintahan
dc.titlePeran Mediator pada Pemerintah dan Hubungan Komunitas:(Studi kasus Strategi Komunikasi Forum Komunikasi Winongo Asri dalam Upaya Revitalisasi Sungai Winongo Kota Yogyakarta)
dc.typeThesis
dc.description.doihttps://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/119095


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record