<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Open Resources (External)</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/21934</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 06:17:39 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-21T06:17:39Z</dc:date>
<item>
<title>Transforming research with quantum computing</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/72717</link>
<description>Transforming research with quantum computing
Sukhpal Singh Gill; Rajkumar Buyya
Quantum computing is a novel method of computation that uses the principles of quantum mechanics to handle highly challenging situations in a very short amount of time. Quantum technology has the ability to significantly impact worldwide advancement, even prior to the complete deployment of quantum machines. Quantum technology for communication, computation, and sensors has the capacity to revolutionise many industries, and several nations are making investments in this promising field. This includes research investments from both the public and commercial sectors. This article delves into the recent quantum computing advancements and the potential opportunities made possible by quantum technology in the next few decades. We outline a vision and scientific innovation for embracing the quantum age, as well as explore the pioneering applications of quantum computing. We also highlight software tools and platforms for quantum programming to unlock the power of computing and revolutionize the world. Finally, we identify the groundbreaking impacts of quantum computing on next-generation research and discuss the benefits of unleashing its revolutionary capabilities.
</description>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2026 14:09:57 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/72717</guid>
<dc:date>2026-12-13T14:09:57Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>BAHASA JURNALISTIK DALAM ERA PEMBANGUNAN</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85376</link>
<description>BAHASA JURNALISTIK DALAM ERA PEMBANGUNAN
Fernandez, Inyo Yos
Bahasa Indonesia ragam jurnalistik atau disingkat bahasa jurnalistik, adakalanya diistilahkan dengan bahasa media massa atau disebut pula dengan bahasa surat kabar. Ragam bahasa ini merupakan salah satu variasi bahasa yang digunakan di kalangan wartawan untuk menyampaikan informasi tertulis dalam berkomunikasi. Dalam era pertumbuhan masyarakat Indonesia sebegai masyarakat informasi di satu sisi dan sebagai masyarakat edukasi di sisi lain , bahasa jurnalistik mempunyai peranan yang cukup penting baik yang berhubungan dengan berbagai upaya para wartawan untuk meliput aneka ragam informasi, maupun untuk menyajikan berbagai macam gagasan yang dapat dicerna oleh masyarakat.
</description>
<pubDate>Tue, 25 Jun 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85376</guid>
<dc:date>2013-06-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>RESEPSI SASTRA: TEORI DAN PENERAPANNYA</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85375</link>
<description>RESEPSI SASTRA: TEORI DAN PENERAPANNYA
Abdullah, Imran T.
Sebenarnya istilah resepsi sastra atau disebut juga estetika resepsi sudah tidak asing lagi bagi telinga pengamat sastra Indonesia. Apalagi sejak tahun 80-an relah terbit dua buah buku penting yang membicarakan masalah ini terutama dari Prof. A. Teeuw (1984) dan Prof. Umar Junus (1985). Adanya tanggapan pembaca terhadap karya sastra sesungguhnya juga sudah berlangsung lama dalam kehidupan sastra baik lisan maupun tertulis. Pengamat sastra pun menyadari akan fungsi komunikasi sastra. Mukarovsky, misalnya,. sejak tahun 80-an telah membicarakan hal ini dalam sistem semiotiknya. Dikatakannya, karya sastra sebagai sistem tanda dibedakan dalam dua aspek, ialah penanda (signifiant) dan petanda (signifie ). Penanda merupakan artefak, struktur mati, petandalah yang menghubungkan artefak itu ke dalam kesadaran penyambut menjadi objek estetik (Fokkema, 1977:81). Dengan kata lain, karya sastra tidak dapat dipahami dan diteliti lepas dan konteks sosial.
</description>
<pubDate>Tue, 25 Jun 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85375</guid>
<dc:date>2013-06-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>SEKILAS TENTANG ASAL-USUL HURUF ARAB DAN SENI KALIGRAFI DI INDONESIA</title>
<link>http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85374</link>
<description>SEKILAS TENTANG ASAL-USUL HURUF ARAB DAN SENI KALIGRAFI DI INDONESIA
Abubakar, Humam
Seni kaligrafi Arab di Indonesia akhir-akhir ini nampak semakin berkembang dengan pesat, berbeda sekali dengan perkembangan seni kaligrafi yang lain. Sebagai dampak dari adanva perbedaan tersebut ialah, jika kita mendengar istilah 'kaligrafi", maka yang terlintas dalam benak kita adalah sebentuk tulisan Arab yang ditulis dengan gaya sedemikian rupa, sehingga tulisan tersebut memiliki keindahan yang bernilai seni dan sedap dipandang mata. Nampaknya aspek 'kearaban' memang cukup dominan dalam seni kaligrafi, hingga dapat mengubah pandangan masvarakat bahwa yang disebut dengan 'kaligrafi' adalah segala sesuatu yang bersangkut-paut dengan huruf Arab. Padahal, kaligrafi memiliki pengertian yang bersifat umum, bisa Arab, Cina, Latin, Ibrani, Jawa dan sebagainya. Timbulnya salah pengertian tersebut sangat mungkin disebabkan oleh karena perkembangan seni kaligrafi Arab cukup mendapatkan posisi yang sangat baik sebagaimana yang disebutkan di atas.
</description>
<pubDate>Tue, 25 Jun 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/85374</guid>
<dc:date>2013-06-25T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
