Show simple item record

dc.contributor.authorSudibyo, Agus
dc.date.accessioned2025-09-23T02:22:10Z
dc.date.available2025-09-23T02:22:10Z
dc.date.issued2002-01-07 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11150
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/22218
dc.description.abstractPerlawanan kaum petani sudah lama terjadi dalam konteks sejarah hubungan antara si kaya dan si miskin dan antara kaum petani dan negara. Persoralannya selalu bahwa negara, aparat keamanan dan pemilik modal telah mengambil alih secara paksa surplus ekonomi dari petani. Mereka bekerja sama dalam aksi penyerobotan tanah petani, pendirian perkebunan-perkebunan dan dalam menghadapi gerakan protes petani. Negara bukan hanya menghadapi gerakan perlawanan petani dengan represi-represi fisik. Secara sistematis negara juga melakukan propaganda dengan menciptakan gambaran-gambaran yang unfavourable tentang petani pelaku penjarahan dalam berbagai representasi wacana. Dalam batas tertentu, media massa justru memperkuat kecenderungan ini dengan menonjolkan dimensi kekerasan, pemberontakan dan anarkisme dalam mewacanakan aksi-aksi penjarahan petani.
dc.formatnan
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11150/8390
dc.rightsCopyright (c) 2016 Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectnan
dc.titleWacana Penjarahan Dan Kekerasan Simbolik Terhadap Petani
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/11150
dc.journal.info-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record