Show simple item record

dc.contributor.authorLay, Cornelis
dc.date.accessioned2025-09-23T02:22:14Z
dc.date.available2025-09-23T02:22:14Z
dc.date.issued2002-01-06 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11151
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/22219
dc.description.abstractArtikel ini menyoroti paket rancangan UU politik baru yang disusun oleh Tim-7 yang dibentuk pemerintah sesaat sebelum kejatuhan Soeharto. Kesimpulan umum yang bisa dibenkan adalah, bahwa RUUpoliak baru ini sangat radikal dalam substansi dan kapasitas untuk menfasilitasi proses demokratisasi di Indonesia. Sekalipun demikian, kenga RUU yang ada masih dihantui oleh sejumlah ambivalensi sikap sebagai akthat dan tekanan kepentingan politik tentara, pengandaian yang keliru tentang tentara dan analisis yang dihantai trauma masa lalu tentang potensi disintegrasi nasional clan instabilitas politik yang diandaikan secara keliru bersumberpada kehadiran partai kecil dan partai partai berbasis lokal.
dc.formatnan
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11151/8391
dc.rightsCopyright (c) 2016 Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectnan
dc.titleRancangan Undang-Undang Politik Baru: Sebuah Tinjauan Kritis
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/11151
dc.journal.info-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record