Show simple item record

dc.contributor.authorPratikno, -
dc.date.accessioned2025-09-23T02:22:17Z
dc.date.available2025-09-23T02:22:17Z
dc.date.issued2002-01-06 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11152
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/22220
dc.description.abstractTulisan ini membahas dua pertanyaan utama, yaitu mengapa otoritarianisme Orde Baru mengalami keretakan, dan bagaimana prospek demokratisasi di Indonesia herangkat dan puing-puing politik yang diwariskan Orde Baru. Penulis mengajukan argumentasi bahwa keretakan otoritarianisme Orde Baru disehahkan oleh dua hal utama. Pertama, negara pada rejim Orde Baru mengalami krisis sumber kekuasaan politik secara sigmfikan, negara tidak mempunyai energi yang cukup untuk mengontrol masyarakat. Kedua, peningkatan kendakpuasan masyarakat yang tahun-tahun terakhir dan pada saat yang sama pengua tan kelembagaan dalam masyarakatakhirnya mendorong proses pelemhagaan politik di tingkat masyarakat untuk melakukan resistensi dan pedawanan terbuka kepada negara.Namun demildan, demokrasi tidak sena merta menggantikan otontarianisme politik yang sedang retak, Vrang dalam kekuasaan' akan menjadi proponen kelangsungan rejim Orde Baru. Melalui sumber daya ekonomi dan akses kepada kekuasaan negara, 'orang dalam kekuasaan' ini akan dengan membangun wacana tandingan terhadap wacana demokrasi dan membeli loyalitas dari rakyat.
dc.formatnan
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11152/8392
dc.rightsCopyright (c) 2016 Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectnan
dc.titleKeretakan Otoritarianisme Orde Baru Dan Prospek Demokratisasi
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/11152
dc.journal.info-


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record