Show simple item record

dc.contributor.authorNugroho, Wahyu Budi
dc.date.accessioned2025-09-23T02:41:27Z
dc.date.available2025-09-23T02:41:27Z
dc.date.issued2016-03-16 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/view/32074
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/22503
dc.description.abstractdalam keseharian hidup. Secara sederhana, resiliensi dapat diterjemahkan sebagai kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi berikut bangkit dari berbagai bentuk penderitaan hidup yang menderanya. Persoalan ini menjadi penting mengingat masa muda merupakan periode-periode transisi yang begitu berat bagi setiap individu, di mana ketidakstabilan emosi dan psikologis besar mempengaruhi di dalamnya. Lebih jauh, artikel ini mendiskusikan karakteristik pemuda dan alasan diperlukannya dimensi resiliensi, maraknya aksi bunuh diri yang dilakukan pemuda dewasa ini sebagai implikasi lemahnya dimensi resiliensi, serta berbagai upaya yang dapat ditempuh dalam rangka memperkuat dimensi resiliensi pada diri pemuda guna mengatasi persoalan tersebut. Artikel diawali dengan uraian ihwal perkembangan studi resiliensi, baik menyangkut aspek konseptual maupun kemanfaatannya.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherUniversitas Gadjah Mada
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/view/32074/19398
dc.rights['Copyright (c) 2016 Jurnal Studi Pemuda', 'http://creativecommons.org/licenses/by/4.0']
dc.subjectnan
dc.titlePemuda, Bunuh Diri dan Resiliensi: Penguatan Resiliensi sebagai Pereduksi Angka Bunuh Diri di Kalangan Pemuda Indonesia
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/32074
dc.journal.info['Jurnal Studi Pemuda; Vol 1, No 1 (2012): Pemuda, Agensi dan Reformasi; 31-45', '2527-3639', '2252-9020']


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record