Show simple item record

dc.contributor.authorBudaya, Bakti
dc.date.accessioned2025-09-23T06:09:08Z
dc.date.available2025-09-23T06:09:08Z
dc.date.issued2020-10-31 00:00:00
dc.identifier.issn-
dc.identifier.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/bakti/article/view/60961
dc.identifier.urihttp://digilib.fisipol.ugm.ac.id/repo/handle/15717717/23647
dc.description.abstractPada hari Jumat, 11 September 2020, pukul 09.00-11.00 WIB, Unit Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni FIB UGM menyelenggarakan seminar “Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat di Masa Pandemi, Bidang Sosial-Humaniora” secara daring via Google Meet. Pemantik diskusi yang diundang dalam seminar ini adalah: Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada Ph.D. (Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM), Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si. (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM), Rahmawan Jatmiko, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada), dan Dr. Anggraeni, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada).Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Alumni, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat FIB UGM, Dr. Agus Suwignyo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA., yang sekaligus membuka kegiatan seminar. Dalam sambutannya Dr. Wening Udasmoro menyampaikan bahwa dalam pemikiran kampus merdeka perlu ditekankan mengenai kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebutlah  pengabdian kepada masyarakat itu akan menjadi poin yang sangat penting, yaitu sebagai pengembangan keilmuan, kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, dan pengembangan karir dosen. Satu hal yang menarik, Covid-19 ini memberikan satu pelajaran, yaitu bagaimana ketika ilmu kedokteran dan ilmu farmasi selama berbulan-bulan itu belum berhasil mengalahkan virus ini dan ternyata salah satu aspek yang dapat mengerem penularan adalah dari aspek budaya. Itu pun belum berhasil sepenuhnya, karena membuat orang berbudaya cuci tangan, memakai masker bukan lah sesuatu yg mudah. Hal yang penting adalah melakukan sesuatu dari yang kecil tapi mungkin bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar.  Di akhir sambutannya, beliau mengharapkan seminar ini akan menghasilkan masukan-masukan yang sangat berguna bagi kita dalam menghadapi masa pandemi.Pada hari Jumat, 11 September 2020, pukul 09.00-11.00 WIB, Unit Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni FIB UGM menyelenggarakan seminar “Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat di Masa Pandemi, Bidang Sosial-Humaniora” secara daring via Google Meet. Pemantik diskusi yang diundang dalam seminar ini adalah: Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada Ph.D. (Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM), Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si. (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM), Rahmawan Jatmiko, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada), dan Dr. Anggraeni, M.A. (Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada).              Kegiatan seminar dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Alumni, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat FIB UGM, Dr. Agus Suwignyo dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum, DEA., yang sekaligus membuka kegiatan seminar. Dalam sambutannya Dr. Wening Udasmoro menyampaikan bahwa dalam pemikiran kampus merdeka perlu ditekankan mengenai kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebutlah  pengabdian kepada masyarakat itu akan menjadi poin yang sangat penting, yaitu sebagai pengembangan keilmuan, kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, dan pengembangan karir dosen. Satu hal yang menarik, Covid-19 ini memberikan satu pelajaran, yaitu bagaimana ketika ilmu kedokteran dan ilmu farmasi selama berbulan-bulan itu belum berhasil mengalahkan virus ini dan ternyata salah satu aspek yang dapat mengerem penularan adalah dari aspek budaya. Itu pun belum berhasil sepenuhnya, karena membuat orang berbudaya cuci tangan, memakai masker bukan lah sesuatu yg mudah. Hal yang penting adalah melakukan sesuatu dari yang kecil tapi mungkin bisa memberikan dampak yang besar bagi masyarakat sekitar.  Di akhir sambutannya, beliau mengharapkan seminar ini akan menghasilkan masukan-masukan yang sangat berguna bagi kita dalam menghadapi masa pandemi.
dc.formatapplication/pdf
dc.language.isoeng
dc.publisherFaculty of Cultural Sciences
dc.relation.urihttps://jurnal.ugm.ac.id/bakti/article/view/60961/pdf
dc.rights['Copyright (c) 2020 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat', 'http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0']
dc.subjectnan
dc.titleTanduk Alit: Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat di Masa Pandemi, Bidang Sosial-Humaniora
dc.typeArticle
dc.identifier.oaioai:jurnal.ugm.ac.id:article/60961
dc.journal.info['Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat; Vol 3, No 2 (2020); 204—212', '2655-9846', '2620-2980']


This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record